Lentera Timur

 

Setelah sekitar satu tahun lebih tak ada kiriman tulisan baru,kini Lentera Timur hadir dengan sebuah wajah baru http://www.lenteratimur.com yang kelihatan lebih CANTIK,KEREN dan Kelihatan Lebih RESPONSIF!

Lentera Timur adalah sebuah Blog yang membahas tentang Sejarah Nusantara,Dunia Melayu Islam,Antropologi dan Bahasa,yang semua itu akan menambah wawasan kita.

Blog, Blogger Tamu

Kini Lentera Timur Mempunyai Wajah Baru!

Gambar

Ketika Pasukan Jepang tiba di Nusantara Melayu,mereka mengatakan bahwa “Kami Adalah Saudara Tua”,ternyata bukan hanya salah satu bentuk rayuan pada orang-orang kita agar orang-orang kita percaya pada mereka,bahwa mereka Pasukan Jepang atau Kerajaan Dai Nippon akan membebaskan Nusantara Melayu dari Penjajahan Bangsa-Bangsa yang berasal dari Eropa,pada dasarnya Kita dan Bangsa Yamato adalah “Serumpun”,di sisi lain Pasukan Kerajaan Jepang,berpendapat bahwa bahasa yang kini aku pergunakan untuk menulis tulisan ini adalah Bahasa Dai Nippon,karena mereka menganggap banyak persamaan dalam arti dan bunyi (atau mirip) antara Bahasa mereka,dan Bahasa yang aku pergunakan untuk menulis tulisan ini.

Marilah kita pergi lebih jauh ke masa lampau,ketika Pelaut-Pelaut Perkasa dari Bumantara (istilah ini berasal dari Pak Sutan Alisyahbana untuk menyebutkan Bangsa-Bangsa yang terdapat di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia-Kegemilangan Pelaut-Pelaut Perkasa dari Bumantara ini harus kita bagi dengan Pelaut-Pelaut dari Bangsa Lapita-Melanesia yang di masa lampau telah melakukan hubungan dagang dengan Borneo,sekitar ribuan tahun yang lampau),mereka sanggup melakukan pelayaran dalam jarak yang sangat jauh,dan jejak-jejak mereka ditemukan di Pulau Rapa Nui sampai dengan Pulau Madagaskar.

Sesuatu yang Aneh jika Pelaut-Pelaut Perkasa dari Bumantara,ketika mereka berada di Taiwan,mereka tidak melanjutkan perjalanan mereka sampai ke Jepang,yang berjarak tak sampai satu hari perjalanan dari Taiwan.

Ada sebuah Pendapat yang mengatakan bahwa sebuah Negeri atau Bangsa menjadi penutur Bahasa yang bukanlah Bahasa Ibu mereka disebabkan oleh Pendudukan Bangsa lain. Ada beberapa contoh sebuah Negeri menjadikan bahasa yang bukan Bahasa Ibu mereka atau Bahasa itu,penutur-penuturnya secara Susur Galur atau Garis Keturunan (Genetik) tak Serumpun dengan mereka,sebagai Bahasa Nasional,Negeri itu adalah Singapura.

Jamaika adalah sebuah Negeri yang terdapat di sekitar Kepulauan Karibia,yang mempergunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional. Meskipun hampir semua penduduk Jamaika berasal dari Afrika,tapi karena Jamaika pernah dalam Kekuasaan Kerajaan Inggris,yang dipergunakan sebagai Bahasa Persatuan dan Bahasa Pergaulan (Lingua Franca) adalah Bahasa Inggris.

Singapura dan Jamaika,kedua Negeri ini mempergunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional,karena Pendudukan Kerajaan Inggris.

Kembali ke Jepang,dalam Sejarah Perjalanan Negeri itu,sama sekali tidak pernah diduduki oleh Bangsa Asing atau Kerajaan asing dalam masa yang lama,setelah Kalah pada Perang Dunia Kedua,Negeri Jepang pernah diduduki oleh Pasukan Amerika Serikat,tapi tidak dalam masa yang lama dan ketika Pasukan Mongol Menyerbu Jepang melalui laut,mereka mengalami Kegagalan Besar. Tidak ada satupun Kerajaan dari Nusantara Melayu (Funan,Sriwijaya dan Majapahit) pernah berkuasa di Tanah Air Bangsa Yamato.

Seorang Ahli Bahasa dari Hawai yang bernama Lawrence Reid berpendapat bahwa “Hubungan Bahasa Jepang (Yamato) Dengan Austronesia (Bumantara) Hanya Melalui Perdagangan”, di sisi lain ditemukan bukti-bukti bahwa hubungan Bangsa Yamato dengan Dunia Nusantara Melayu (Bumantara),sudah terjadi sejak lama,beberapa bukti menyokong pendapat ini,yaitu ditemukan beberapa pecahan tembikar (mirip dengan pecahan-pecahan tembikar yang berasal dari Asia Tenggara-Bumantara) Jepang dari Masa Jomon awal,hasil Uji Karbon menunjukan pecahan-pecahan tembikar itu berusia sekitar 5000 Tahun,kemudian ditemukan pula Senjata Sumpit di Jepang Selatan,Senjata Sumpit adalah Senjata Tertua dan Asli dari Bumantara (Austronesia).

Di masa lampau Pedagang-Pedagang dari Dunia Nusantara Melayu (Bumantara),telah melakukan hubungan dengan Bangsa Yamato (Jepang),hubungan mereka nampaknya lebih dari hanya berdagang,tapi lebih jauh dari itu,yaitu Kawin Mawin,untuk Perbandingan,silah dibandingkan dengan Suku Bangsa Karo dari sekitar Pesisir dan Dataran Tinggi di Sumatera Timur,yang hasil dari percampuran Kaum Melayu Tua dengan Bangsa Tamil.

Banyaknya Kemiripan Arti dan Kemiripan Bunyi kata-kata dari Bahasa yang aku pergunakan untuk menulis tulisan ini dengan Bahasa Jepang (Yamato),adalah bukti tidak terbantahkan bahwa di masa lampau,Nenek Moyang kita dan Nenek Moyang mereka (Jepang-Yamato) mempunyai Hubungan yang Erat dan Mendalam,karena itulah mereka menyebut diri mereka adalah “Saudara Tua”,tapi kata-kata yang lebih tepat adalah “Saudara Serumpun”.

“Kenapa Bahasa Mereka Nampak Berbeda Dengan Bahasa Yang Kita Pergunakan Saat Ini”? Atau “Kenapa Kata-Kata Dalam Bahasa Yang Mereka Pergunakan Berbeda Dalam Penyebutan Atau Pengucapan Tapi Sama Artinya Dengan Bahasa Yang Kita Pergunakan Saat Ini”? “Kenapa Kata-Kata Dalam Bahasa Mereka Terjadi Semantik Polarisasi”? (sama dalam penyebutan atau pengucapan,tapi berbeda dalam arti). “Hukum Grimm” bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas,Hukum Tentang Bahasa ini diciptakan oleh Jacob Grimm yang adalah seorang Ahli Bahasa,khususnya Bahasa-Bahasa Jermania (Jermanik). Menurut Hukum Grimm sebuah Bahasa Lambat Laun atau Setahap demi Setahap seiring berjalannya masa akan berubah,sebagai contoh “Der”,”Die”dan”Das”dalam tulisan akan tertulis sebagai “The” dalam Bahasa Inggris (salah satu Bahasa Jermania),tapi dalam pengucapan disebut “De”. Inilah yang disebut sebagai “Kognat”,yaitu Perubahan Suara Atau Pengucapan Yang Teratur Dari Bahasa Aslinya,inilah yang kemudian disebut sebagai Dialek atau Logat.

Satu Contoh lagi adalah Bahasa-Bahasa Latino yang terpecah menjadi Bahasa Spanyol,Bahasa Italia,dan Bahasa Portugis,Bahasa Perancis serta Bahasa Katalan,Bahasa Rumania.

Anda Semua bisa memberikan penilaian sendiri dengan melihat Kata-Kata Jepang (di sebelah kiri),yang aku himpun dan buat perbandingannya dengan Bahasa (Malayik) yang aku pergunakan untuk menulis tulisan ini.

Alam

Kawa = Sungai (dalam Bahasa Tagalog,”Danau” disebut “Lawa”)

Hora = Gua

Awa (dalam pengucapan mirip “Awan”,salah satu bentuk Semantik Polarisasi dalam Bahasa Jepang) = Busa,Buih

Tumbuhan

Hana = Bunga

Eda = Dahan

Bara = Mawar

Binatang

Tokage = Kadal,Tokek

Ga = Ngengat

Buta = Babi

Risu = Tupai

Ika (mirip “Ikan” dalam pengucapan-salah satu bentuk Semantik Polarisasi) = Cumi-Cumi,Ikan Sotong

Kaeru = Katak

Uma = Kuda

Sakana = Ikan

Inu (mirip “Asu” dalam pengucapan dan Kata Asu dipergunakan dalam Bahasa Iban,Bahasa Tagalog dan Bahasa Jawa untuk menyebut “Anjing”)

Shika = Rusa

Ushi = Sapi,Lembu,Kerbau

Orang Banyak

Kyaku = Tamu,Tetamu

Onna (dalam pengucapan mirip “Nona”) = Perempuan,Wanita

Buzoku (dalam Bahasa Merina dari Pulau Madagaskar disebut “Fuku”) = Suku,Suku Bangsa,Suku Kaum (pengertian Kata “Suku” https://hitambesar.wordpress.com/2013/11/10/suku/ )

Tachi = Orang-Orang (dalam Bahasa Tausug dan Bahasa Bugis,”Orang” disebut “Tau”)

Minzoku = Bangsa

Tubuh/Badan

Karada = Badan

Ekika = Ketiak

Me = Mata

Mayu = Alis Mata

Mabuta = Kelopak Mata

Yubi,Shushi = Jari Tangan

Ashi = Kaki

Hitai = Dahi

Te = Tangan

Atama = Kepala

Kuchibiru = Bibir

Shita = Lidah

Te no hira = Telapak Tangan

No = Otak

Ago = Dagu

Kesehatan

Byoki = Penyakit

Keiren = Kejang

Itami = Nyeri

Kichigai = Gila

Haramu = Hamil

Peralatan

Hako = Kotak

Kugi = Paku

Arah

Hidari = Kiri

Naka = Tengah

Massugu = Lurus

Tempat

Mura = Desa

Atari = Sekitar

Ta = Sawah

Ni = Di

Sochi = Sini

Aida = Di antara

Pakaian

Kushi = Sisir

Wata = Kapas

Seni

Odori = Tarian

Bahasa

Ku = Kalimat

Ukuran

Haba = Lebar

Kata Ganti

Anata = Anda,Kau,Engkau,Kamu

Karera = Mereka

Boku (dipakai Kaum Laki-Laki yang Akrab-Sesama Teman Laki-Laki yang Seusia atau Usianya tak beda jauh-seperti pengunaan Kata “Gue”) = Aku,Saya

Kata Ganti Waktu Dan Tempat

Donata = Siapa

Ikaga = Bagaimana

Kata Keterangan

Sude-ni = Sudah

Sugiru = Terlalu

Tabitabi = Sering

Mada = Masih

Ippai = Penuh

Shimasu (dalam pengucapan mirip “Masuk”,salah satu bentuk Semantik Polarisasi) = Memakai

Sugu = Segera

Sakki = Tadi

Tatta = Hanya

Nazenara = Karena

Matawa = Atau

Igai = Kecuali

De = Dengan

Kara = Dari,Sejak,Sejak Dahulu Kala,Kala

Kata Sifat

Nigai = Pahit

Mekura = Buta

Isamaashii = Berani

Chuibukai = Berhati-hati,Hati-Hati

Akiraka = Jelas,Nyata

Suzushii = Sejuk

Betsu = Berbeda,Beda

Jubun = Cukup

Hiratai = Datar

Chiisai = Kecil

Semai = Sempit

Junsui = Murni

Utsukushii = Cantik

Arai = Kasar

Yataka = Kaya

Yukai (dalam pengucapan mirip “Sukai”) = Menyenangkan

Binkan = Peka

Kantan = Sederhana

Seijitsu = Tulus

Koi = Kental

Amai = Manis

Takai = Tinggi

Shinjitsu = Sejati

Fuka = Salah

Baka = Bodoh

Nama = Mentah

Kowai (dalam pengucapan mirip “Takot”,tapi “Ko-nya” di depan-dalam Bahasa Tagalog,”Kata Takut” diucapkan “Takot”) = Menakutkan,Menyeramkan,Galak,Bengis

Kata Kerja

Aru = Adalah

Fuku = Bertiup,Meniup,Tiup

Midasu = Menganggu

Nomu = Minum

Kesu = Menghapus

Tobu = Terbang

Ukabu = Mengapung

Utsu = Memukul

Warau = Tertawa,Tawa

Ikiru = Hidup

Miru = Melihat

Au = Bertemu

Kosuru = Menggosok,Gosok

Shimeru = Menutup

Suberu = Meluncur

Sasu = Menusuk

Haku = Menyapu

Kataru = Bercakap-cakap,Menceritakan

Fureku = Menyentuh,Sentuh

Tsukau = Menggunakan

Tsutsumu = Membungkus

Oriru = Turun

Niru = Meniru,Menyerupai,Mirip

Naku = Nangis,Menangis

Tataku = Mengetuk,Bertepuk

Iku (dalam pengucapan mirip “ikut”,”Kata Iku” adalah salah satu bentuk Semantik Polarisasi) = Pergi

Pemikiran

Bunka = Budaya

Danketsu = Persatuan

Masa

Hi = Hari

Asa (dalam Bahasa Tagalog dan Bahasa Malayik lainnya,kecuali Bahasa Iban,kata”Asa”berarti “Harapan”-Pagi adalah sebuah Harapan untuk sesuatu yang lebih baik dalam kehidupan kita-sebuah Semantik Polarisasi dalam Bahasa Jepang) = Pagi

Shukan = Pekan,Minggu

Bilangan

Ichi = Satu,Cie (Bahasa Melayu Minang)

Kata Tanya

Ka? = Kah (kata tambahan,ketika mengajukan sebuah pertanyaan,ada beberapa contoh “Berapakah”? “Siapakah”? Dan “Adakah”?,dalam Bahasa Tagalog dipakai Kata “Ba”,ada beberapa contoh “Gutom Ka Ba”?-“Laparkah Kau”?,”Mahal Ba”?-“Mahalkah”? Dan “Marunong Ba”?-“Pandaikah”?)

Ikura desu-ka? = Berapakah harganya?

Desuka? = Ataukah?

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa

Inilah Alasan Mereka (Bangsa Yamato-Jepang) Menganggap Kita Sebagai Saudara Serumpun Mereka

Gambar

Bhs Inggris British dan Amerika

 

 

When you visit to Malaysia,then you turn your Adventure to Batam and Jakarta,Definitely Maybe you will confused by some words that similar in pronunciation and means or definitions,but there some Difference,actually it’s like British English and American English,Urdu and Hindi also Irish Gaelic and Scottish Gaelic.

Bahasa Indonesia and Bahasa Malaysia from one Roots,and the Root is Bahasa Melayu Riau-Johor http://www.tamadunmelayu.info/2011/12/sepuluh-bukti-bahasa-melayu-kepulauan.html

I will give some examples for this Topic,and i hope you all will be understand about our Language.

Mau and Mahu 

Mau in Bahasa Indonesia and Mahu in Bahasa Malaysia,Mau and Mahu meaning Want or Wish,there some difference in Pronunciation,but it is same in the mean or definition.

Kerena and Karena

Kerena in Bahasa Indonesia and Karena in Bahasa Malaysia,Kerena and Karena meaning Because or Because Of,there some difference in Pronunciation,but it is same in the mean or definition.

Bahwa and Bahawa

Bahwa in Bahasa Indonesia and Bahawa in Bahasa Malaysia,Bahwa and Bahawa meaning That,but just for Auxiliary and not for Pointing Something,for example “I Believe That You Are Right”. Bahwa and Bahawa is same in the mean and definition,but it is little different in Pronunciation.

Heran and Hairan

Heran in Bahasa Indonesia and Hairan in Bahasa Malaysia. Heran and Hairan meaning Wonder. For example Saya Heran (Bahasa Indonesia) and Saya Hairan (Bahasa Malaysia),but you can used this words also Aku Heran or Aku Hairan. in daily language in Jakarta we using this words also Gue Heran or Gua Heran. For You Information about Jakarta Dialect or Betawi Dialect,not only used in Jakarta and around,it’s become part of Bahasa Indonesia too.

Resmi and Rasmi

Resmi in Bahasa Indonesia and Rasmi in Bahasa Malaysia. Resmia and Rasmi meaning Official,there some difference in Pronunciation,it is same in the mean and definition.

Senang

In Bahasa Indonesia Word of Senang,it’s only used for showing definition “Feel Satisfaction”,”Liked”,”Feel Happy”and “No One That Make It Trouble”,but in Bahasa Malaysia it’s ideal used in definition “Easy” or “Not Busy”.

For examples ;

A) Soalan Peperiksaan Tahun Ini Senang (Bahasa Malaysia) and Pertanyaan Ujian Tahun Ini Mudah (Bahasa Indonesia),it means in English is ” Question Exam This Year,It’s Easy”.

B) Datanglah Ke Rumah Saya Bila Senang (Bahasa Malaysia) and Tidak Sibuk (Bahasa Indonesia),it means in English is Please Come To My Home When Not Busy.

Harus

Word of Harus that Synonym with Word of Mesti (Bahasa Malaysia),and Harus (Bahasa Indonesia) and Mesti also Harus (Bahasa Malaysia) meaning Must. But Word of Harus could meaning Maybe in Bahasa Malaysia,for examples ;

A) Hari Ini Cuaca Mendung Sekali,Harus Sekejap Lagi Hujan (Today Weather Is Very Cloudy,Maybe Will Be Rainy-It’s has translated from Bahasa Malaysia).

B) Aku Harus Pergi (I Must Go-It’s has translated from Bahasa Indonesia).

So,there some difference or little difference about definition for Word of Harus in Bahasa Indonesia and Bahasa Malaysia,i think for this i can call it as a Semantic Polarition.

Sulit and Sukar

Word of Sulit not only described definition Not Easy or Difficult in Bahasa Malaysia,but it’s used for definition Secret (Rahasia),and in Bahasa Indonesia Sulit and Sukar only for described a definition about Difficult or Something That Not Easy.

For examples ;

A) Perkara Itu Sungguh Sulit,Tidak Boleh Diketahui Oleh Orang Lain (That Thing Is Very Secretly,Not Allowed Anybody Else Know-It’s has translated from Bahasa Malaysia).

B) Mencari Pekerjaan Di Kota Jakarta,Belakangan Ini Sulit (Searching A Job in Jakarta City,Nowadays is  Difficult-it’s has translated from Bahasa Indonesia).

The Interesting Fact about Word of Sulit in Bahasa Malaysia have various means or definitions about Secretly and in Bahasa Indonesia Word of Sulit only meaning Difficult,one more a cases about a  Semantic Polarition in the Language.

Air Kosong and Air Putih 

In Bahasa Malaysia,Air Kosong meaning a Cup Water Without Anything (Ice,Milk and Chocolate also etc),when someone took about Air Kosong,literary is meaning “Empty Water”,but the True Mean,it’s not about Empty Water,but about A Cup Water Without Anything. So you can order or drink,when you feel Thirsty and A Cup Water or more that is good for your Healthy.

In Bahasa Indonesia,Air Putih meaning A Cup Water Without Anything (Ice,Milk and Chocolate also etc),and Air Putih is not Dairy Water,because its name “Air Putih” that meaning White Water,for this you directly imagine Milk or Dairy Water.

So if you feel thirsty you can order or drink Air Putih or Air Kosong.

Telepon Genggam and Telefon Bimbit

In Bahasa Indonesia and Bahasa Malaysia,the Mobile Phone is meaning Telepon Genggam (Bahasa Indonesia) and Telefon Bimbit (Bahasa Malaysia). In Bahasa Indonesia,the Mobile Phone is called “Hape” also,nowadays Word of Hape is more popular for Mobile Phone in Indonesia.

Jemput

In Bahasa Indonesia and Bahasa Malaysia,Word of Jemput is same in Pronunciation,in other hand it’s have difference in definition. For examples ; in Bahasa Indonesia,Jemput meaning To Call For,but in Bahasa Malaysia,Jemput meaning Please Take and Invited. Basically Word of Jemput is a Semantic Polarition Case,it’s like difference definition or various means for Word of Asa. In Bahasa Indonesia,Bahasa Malaysia and Pilipino/Tagalog,Asa meaning Hope,but in Iban Language it’s meaning Disappointed.

Jimat

In Bahasa Indonesia,if you took about Jimat in Bahasa Indonesia,Absolutely you took about a Magic Stuff or an Amulet,but in Bahasa Malaysia,Jimat meaning Save or Save Something,for example in Bahasa Malaysia ; Jimatkanlah Kredit Telefon Bimbitmu (Please Save Your Credit Mobile Phone) or Jimatkan Duitmu (Please Save Your Money). For your information in Islamic Thought,if you used an Amulet (Jimat) it’s a Major Sin,because Used An Amulet Is Part Of The Pagan Ritual.

Basically a Language is not only about a “Noun”,but a “Verb” also,because the Language is a Thing that Alive and  always Growing Up and Change every time.

Bahasa

Please Don’t Be Confused (Because we are from one Roots)

Gambar
Kehidupan, Ketimpangan

Apa Kita Masih Setara di Negara Ini?

Ketika Pendirian Negara ini Menyatukan Beragam Kerajaan dan Kaum di Nusantara atau Bumantara ini,dan Sumpah Pemuda (meskipun Fakta Sejarah ini adalah sesuatu yang penuh Kontroversi pula),telah Mempertegas Keinginan untuk Bersatu itu dan Mendirikan sebuah Negara Berdasarkan Keadilan untuk menggapai Kemakmuran Bersama,karena Hak Kita dan Kewajiban Kita sebagai Warga Negara Indonesia adalah Setara atau Sama,tapi kemudian ada yang Membajak semua itu. Apa mengistimewakan Suku Bangsa Jawa dalam Panggung Politik Nasional adalah Bagian dari Konsensus Nasional atau sebuah Keputusan Nasional? Jawabannya tentu tidak,karena tidak ada dalam Sumpah Pemuda dan Undang-Undang 45. Apa Mungkin karena perbedaan Ras? Ras mereka sama dengan kita yaitu Melayu Mongoloid atau rumpun Bangsa berkulit Sawo Matang yang Berhidung tidak Mancung atau Pesek. Bahasa mereka serumpun dengan Bahasa yang aku pakai dengan untuk mengetik tulisan ini yaitu dari Ranting Javanic-Malayo dari Pohon Bahasa Austronesia dari Garis Keturunan Mereka Dekat secara Genetik dengan Suku Bangsa Basemah dari Sumatera Selatan,Suku Bangsa Banjar dari Kalimantan Selatan dan Suku Bangsa-Suku Bangsa yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Barito,Kalimantan Selatan dan di Masa Lampau ada sebuah Sungai Purba yang Hulunya di Kalimantan Selatan dan Mengalir ke Pulau Jawa,karena Nenek Moyang kita di Masa Lampau,sebelum terjadinya Banjir Besar mereka tinggal di Daratan yang sama. Ada yang berpikir semua ini,karena mereka adalah Kaum yang Terbanyak di Negara ini,tapi hanya sekitar 40 persen dan bukan Mutlak,pada dasarnya sekitar 60 persen Penduduk Negara ini,adalah bukan Suku Bangsa Jawa,jika kita berbicara tentang Kaum terbanyak di Negara ini,Suku Bangsa Sunda pun bisa disebut yang Terbanyak,Kaum yang Terbanyak secara Mutlak di Negara ini,adalah Umat Islam,jika kita berbicara tentang Sumber Daya Manusia Terbaik Terbanyak di Negara ini,sudah pasti dari Sumatera.

 

Inilah Sebabnya (Ketidak-Adilan Itu)

Ini Sebab Presiden Indonesia hanya Boleh (Orang) Jawa
“Sampai kapan pun presiden Indonesia harus berasal dari Jawa…”

Sebuah tulisan kiriman pembaca ini cukup mengelitik, kami coba unggah agar kita warga negara Indonesia tidak terjebak dalam koridor suku yang merupakan warisan kaum penjajah.
Suhardiman meminta Ical atau ARB mundur karena yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan sejarah. Pernyataan Suhardiman itu dilontarkan setelah dirinya menerima kehadiran Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso untuk bersilahturahmi. Menurut dia, posisi dalang lebih terhormat bagi seorang Ical.
Ical Capres yang diusung Partai Golkar belakangan didesak untuk muncur sebagai capres. Sesepuh Partai Golkar Mayor Jenderal (Purn) Suhardiman SE mendesak Aburizal Bakrie (Ical) untuk mundur dari pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden 2014, sebab bukan beretnis Jawa.

“Sampai kapan pun presiden Indonesia harus berasal dari Jawa,” ujar Suhardiman kepada sejumlah wartawan di kediamannya di Jalan Kramat Batu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2014).

“Mengenai Ical kuncinya itu historis atau sejarah dan sosiologis. Sejarah itu berulang kembali bahwa capres harus dari (suku) Jawa, dan secara sosiologis masyarakat paling besar adalah Jawa, jadi lebih baik dia mengundurkan diri dari capres, jadi cawapres pun ‘ndak’ (tidak) usah,” kata Suhardiman.

“Lebih baik berpikir sebagai dalang, lebih terhormat,” ujar dia.

Purnawirawan Jenderal TNI AD itu mengaku percaya orang yang pantas menjadi presiden adalah dari suku Jawa. Suhardiman menilai Ical yang berasal dari etnis luar Jawa tidak akan berhasil menjadi capres maupun cawapres.

Suhardiman yang juga merupakan tokoh senior Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia atau SOKSI (pendiri Golkar) menilai lebih baik Ical menjadi dalang untuk memenangkan calon dari Partai Golkar.

“Siapapun yang menjadi presiden pasti orang Jawa, dan ini yang perlu dipegang oleh saudara kita. Tapi nampaknya Ical masih ngotot ingin menjadi presiden, maka saya bertaruh tidak akan mungkin berhasil,” kata dia.

Suhardiman justru mendapuk Priyo Budi Santoso untuk maju sebagai cawapres bagi Partai Golkar. Bagi Suhardiman, Priyo memiliki kapasitas secara historis dan sosiologis karena berasal dari tanah Jawa.

Selama ini, pencalonan Ical sebagai capres terus digoyang oleh sejumlah elite di internal Golkar. Salah satu yang memicu adalah tingkat elektabilitasnya yang dinilai tak mampu bersaing dengan dua bakal calon lain, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (*antara.acw)
Pengirim : Gatot, Indramayu
– See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/05/04/30168/ini-sebab-presiden-indonesia-hanya-boleh-orang-jawa/#sthash.H8dkbQVD.MemXVEB5.dpuf

Standar

 

Permalink gambar yang terpasang

Mungkin sudah banyak tulisan yang membahas tentang ini,dan yang aku tulis hanyalah sebuah pengulangan saja 🙂 tapi aku rasa hal ini,adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas dan aku mendapat terpicu untuk menuliskan tentang hal ini setelah seorang Teman Malaysiaku,mencuitkan sebuah cuitan di Twitter,dan cuitan itu bertuliskan “Tinggal adalah Leave dan Stay“,jadi kata “Tinggal” yang berasal dari Bahasa Melayu mempunyai dua arti dalam Bahasa Inggris,yaitu Leave (Tinggal-Meninggalkan) dan Stay (Tetap Tinggal-Tinggal),kemudian jika berbicara tentang Bahasa Saudara Sepupu kita yaitu Bahasa Pilipino atau Bahasa Tagalog,kita akan temui beberapa kata atau kalimat yang artinya beda,tapi penyebutannya hampir sama atau sama,inilah beberapa contoh “Mahal Kita” yang berarti “Aku Cinta Padamu”,dalam Bahasa mereka,Cinta adalah sesuatu yang Mahal atau ketika seseorang mengatakan “Mahal Kita”,bisa kita artikan “Hubungan Kita Adalah Sesuatu Yang Berharga Karena Mahal” 🙂 dalam  Bahasa Malaysia dan Bahasa Pilipino/Tagalog,Pensiun atau Berhenti,berarti Besara atau Isasara dalam Bahasa Pilipino/Tagalog,di sisi lain SARA berarti Suku Agama dan Ras serta Antar Golongan dalam Bahasa Indonesia,serta Perkauman dalam Bahasa Malaysia. Pada Masa Orde Baru,kita (Warga Negara Indonesia) dilarang membicarakan tentang Persoalan SARA,jika kita tetap Nekat membicarakan tentang SARA pada masa Orde Baru,kita bisa ditangkap oleh Pemerintah dengan Pasal Subersif (seperti ISA-Internal Security Act-di Malaysia).

Bahasa-bahasa di daerah Austronesia/Malayo-Polynesia,Nusantara dan Bumantara (istilah ini diperkenalkan oleh Prof Sutan Alisyahbana untuk menyebutkan tempat tinggal bangsa-bangsa yang terdapat di Indonesia,Malaysia,dan Pilipina serta Brunei) adalah unik,luwes atau fleksibel,bisa juga disebut lentur,karena itulah bahasa-bahasa itu mengalami Aglutinasi,pengertian Aglutinasi adalah sebuah suku kata bisa berkembang menjadi beberapa kata,sebagai contoh Merah,Bara dan Amarah,serta Sejati,Jati. Semantik Polarisasi adalah sesuatu yang membuat Bahasa-Bahasa Austronesia/Malayo-Polynesia,dan kebanyakan Malayik,menjadi lebih menarik.

Semantik Polarisasi adalah beberapa kata dari sebuah bahasa,dengan sebutan yang sama,tapi dengan arti yang berbeda,sebagai contoh atau beberapa contoh adalah kata Asa,dalam Bahasa Indonesia,Bahasa Pilipino/Tagalog yang berarti Harapan,tapi dalam Bahasa Iban artinya menjadi Kekecewaan.

Dalam Bahasa Tagalog/Pilipino untuk menyebutkan Jenazah atau Mayat,mereka pergunakan kata Bangkay,dan bagi kita (dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia)  kata Bangkay atau kata Bangkai hanya dipakai untuk menyebutkan seekor Binatang yang Mati.

Mungkin kebanyakan orang kita akan merasa Kaget atau Tercengang,ketika ada orang Pilipina yang mengatakan Bantay 🙂 kata Bantay dalam Bahasa Pilipino/Tagalog berarti Penjaga.

Dalam Bahasa Maori,kata Tahi,dipakai untuk menyebutkan Angka Satu,dan dalam Bahasa Maori,Pantai atau Pesisir disebut sebagai Taikai (terdengar kata Tahi atau Tai lagi).

Uban dalam Bahasa Jawa berati Hujan,tapi dalam Bahasa Indonesia berarti “Rambut Yang Memutih” atau “Berwarna Putih”.

Kata yang terdapat di atas kepala tulisan ini adalah sebuah Kata Melayu yang paling terkenal dan paling banyak dipergunakan,yaitu Terima Kasih. Terima Kasih bisa berarti”Menerima Kasih” atau “Kita Telah Menerima Kasih Atau Kebaikan Yang Telah Diberikan Oleh Seseorang”.

Dari Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan,terlihat Nenek Moyang Kita,adalah orang-orang yang sangat menikmati hidup di daerah kepulauan dengan cuaca tropis dan tanah yang subur,karena itu Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan tidak kaku,mengalir seperti arus sungai atau laut dan cenderung menjunjung azas persamaan atau egaliter.

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa

Bahasa Kita Memang Unik

Gambar