Etipu E Reo

 

Di masa awal keterlibatanku di Dunia Kaum Pencuit,yaitu sekitar awal Tahun 2011,pada suatu pagi,ketika aku mengikuti Akun Seorang Maori,kemudian aku mengikuti pula Teman Twitternya (Akun Seorang Maori) yaitu si  http://etipuereo.com/,beberapa hari kemudian aku mengirimkan sebuah cuitan untuknya yaitu sebuah ucapan Selamat Pagi Dari Jakarta 🙂 kepada si Blogger Maori itu http://etipuereo.com/,dan aku cuitkan ke dia tentang Kesamaan atau Kemiripan kata-kata dari Bahasa yang aku pakai untuk menulis ini,dengan beberapa kata dari Bahasa Maori (Te Reo Maori),kemudian dia menanggapinya dengan Perasaan Tertarik,sejak saat itu dia langsung menjadi Pengikutku di Twitter,dan dia adalah Seorang Pengikut Pertamaku Dari Bangsa Maori 🙂

Etipuero adalah seorang Blogger Bangsa Maori yang sedang berusaha Mengangkat Batang Terendam dan Menunjukan Jati Diri Bangsanya.

Aku pertama kali berkunjung ke Blognya Etipuero,ketika Kulit Blognya adalah Black Piano,jika Anda Semua ingin mengetahui lebih banyak tentang Selandia Baru,Bahasa dan Budaya Maori dari Sudut Pandang seorang Maori,ada baiknya berkunjung ke Blognya http://etipuereo.com/

Iklan
Blogger Tamu, Maori

Pengikut Pertamaku Dari Bangsa Maori

Gambar

I was pick some words from two languages about the name of colours,this is some words from Maori Language and Gorontalo Language.

By the way What’s Your Mother Tongue For This?

Maori Language

Maori 1

Gorontalo Language

Gorontalo 1

PS : Gorontalo Language or Bahasa Hulontalo is from Northern Sulawesi

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa, Maori

What’s Your Mother Tongue For This?

Gambar

 

When i saw my time line on my twitter account,i all at once feel Familiar With These Hand Crafts,because it’s look like some Hand Crafts from Sumatera and Borneo,by the way  my Home Land is Sumatera 🙂

I think Antropologically and Linguistically it’s able explained to us,that we are from one roots,Sumatera and Borneo (the Malayo Side) also Maori (the Polynesia Side),i was collect some words from Bahasa Melayu (Bahasa Indonesia and Bahasa Malaysia),but Randomly.

 

1) Word = Kupu (Maori)                            Kata (Bahasa Melayu)

2) For = Mo (Maori)                                    Untuk (Bahasa Melayu)

3) Cloudy = Tumaru (Maori)                     Berawan/Mendung (Bahasa Melayu)

4) This = Tenei (Maori)                               Ini (Bahasa Melayu)

5) Freedom/Free = Rangatira (Maori)     Merdeka (Bahasa Melayu)

6) Water = Wai (Maori)                               Air (Bahasa Melayu)

7) Nail = Uku (Maori)                                  Kuku (Bahasa Melayu)

8) Dead = Mate (Maori)                              Mati  (Bahasa Melayu)

9) Hear = Taringa (Maori)                         Telinga (Bahasa Melayu)

10) Picture = Atahanga (Maori)                Gambar (Bahasa Melayu)

11) Older Sister = Tuakana (Maori)          Kakak/Kakak Perempuan (Bahasa Melayu)

12) Rain = Ua (Maori)                                  Hujan (Bahasa Melayu)

13) Support = Tautoko (Maori)                  Sokong (Bahasa Melayu)

14) Little = Iti (Maori)                                  Kecil (Bahasa Melayu)

15) Proverb = Whakatauki (Maori)            Pepatah (Bahasa Melayu)

16) Coast/Beach = Taikai                             Pantai (Bahasa Melayu)

(Maori   http://tunogngtagalog.blogspot.com/2014/04/taikai-pasisil.html )

17) Eye = Mata (Maori)                                 Mata (Bahasa Melayu)

18) Sun = Ra (Maori)                                     Matahari (Bahasa Melayu)

19) Two = Rua (Maori)                                  Dua (Bahasa Melayu)

20) Three = Toru (Maori)                             Tatlo (Tagalog-one of Malayic Language),Tiga (Bahasa Melayu)

21) Five = Rima (Maori)                                 Lima (Bahasa Melayu)

 

 

 

 

PS : All Photos above from https://twitter.com/TrustReo

Austronesia/Malayo-Polynesia, Maori

I Feel Familiar With These!

Galeri

 

Permalink gambar yang terpasang

Mungkin sudah banyak tulisan yang membahas tentang ini,dan yang aku tulis hanyalah sebuah pengulangan saja 🙂 tapi aku rasa hal ini,adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas dan aku mendapat terpicu untuk menuliskan tentang hal ini setelah seorang Teman Malaysiaku,mencuitkan sebuah cuitan di Twitter,dan cuitan itu bertuliskan “Tinggal adalah Leave dan Stay“,jadi kata “Tinggal” yang berasal dari Bahasa Melayu mempunyai dua arti dalam Bahasa Inggris,yaitu Leave (Tinggal-Meninggalkan) dan Stay (Tetap Tinggal-Tinggal),kemudian jika berbicara tentang Bahasa Saudara Sepupu kita yaitu Bahasa Pilipino atau Bahasa Tagalog,kita akan temui beberapa kata atau kalimat yang artinya beda,tapi penyebutannya hampir sama atau sama,inilah beberapa contoh “Mahal Kita” yang berarti “Aku Cinta Padamu”,dalam Bahasa mereka,Cinta adalah sesuatu yang Mahal atau ketika seseorang mengatakan “Mahal Kita”,bisa kita artikan “Hubungan Kita Adalah Sesuatu Yang Berharga Karena Mahal” 🙂 dalam  Bahasa Malaysia dan Bahasa Pilipino/Tagalog,Pensiun atau Berhenti,berarti Besara atau Isasara dalam Bahasa Pilipino/Tagalog,di sisi lain SARA berarti Suku Agama dan Ras serta Antar Golongan dalam Bahasa Indonesia,serta Perkauman dalam Bahasa Malaysia. Pada Masa Orde Baru,kita (Warga Negara Indonesia) dilarang membicarakan tentang Persoalan SARA,jika kita tetap Nekat membicarakan tentang SARA pada masa Orde Baru,kita bisa ditangkap oleh Pemerintah dengan Pasal Subersif (seperti ISA-Internal Security Act-di Malaysia).

Bahasa-bahasa di daerah Austronesia/Malayo-Polynesia,Nusantara dan Bumantara (istilah ini diperkenalkan oleh Prof Sutan Alisyahbana untuk menyebutkan tempat tinggal bangsa-bangsa yang terdapat di Indonesia,Malaysia,dan Pilipina serta Brunei) adalah unik,luwes atau fleksibel,bisa juga disebut lentur,karena itulah bahasa-bahasa itu mengalami Aglutinasi,pengertian Aglutinasi adalah sebuah suku kata bisa berkembang menjadi beberapa kata,sebagai contoh Merah,Bara dan Amarah,serta Sejati,Jati. Semantik Polarisasi adalah sesuatu yang membuat Bahasa-Bahasa Austronesia/Malayo-Polynesia,dan kebanyakan Malayik,menjadi lebih menarik.

Semantik Polarisasi adalah beberapa kata dari sebuah bahasa,dengan sebutan yang sama,tapi dengan arti yang berbeda,sebagai contoh atau beberapa contoh adalah kata Asa,dalam Bahasa Indonesia,Bahasa Pilipino/Tagalog yang berarti Harapan,tapi dalam Bahasa Iban artinya menjadi Kekecewaan.

Dalam Bahasa Tagalog/Pilipino untuk menyebutkan Jenazah atau Mayat,mereka pergunakan kata Bangkay,dan bagi kita (dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia)  kata Bangkay atau kata Bangkai hanya dipakai untuk menyebutkan seekor Binatang yang Mati.

Mungkin kebanyakan orang kita akan merasa Kaget atau Tercengang,ketika ada orang Pilipina yang mengatakan Bantay 🙂 kata Bantay dalam Bahasa Pilipino/Tagalog berarti Penjaga.

Dalam Bahasa Maori,kata Tahi,dipakai untuk menyebutkan Angka Satu,dan dalam Bahasa Maori,Pantai atau Pesisir disebut sebagai Taikai (terdengar kata Tahi atau Tai lagi).

Uban dalam Bahasa Jawa berati Hujan,tapi dalam Bahasa Indonesia berarti “Rambut Yang Memutih” atau “Berwarna Putih”.

Kata yang terdapat di atas kepala tulisan ini adalah sebuah Kata Melayu yang paling terkenal dan paling banyak dipergunakan,yaitu Terima Kasih. Terima Kasih bisa berarti”Menerima Kasih” atau “Kita Telah Menerima Kasih Atau Kebaikan Yang Telah Diberikan Oleh Seseorang”.

Dari Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan,terlihat Nenek Moyang Kita,adalah orang-orang yang sangat menikmati hidup di daerah kepulauan dengan cuaca tropis dan tanah yang subur,karena itu Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan tidak kaku,mengalir seperti arus sungai atau laut dan cenderung menjunjung azas persamaan atau egaliter.

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa

Bahasa Kita Memang Unik

Gambar

Aku sengaja memilih nama itu untuk dipakai sebagai nama di blogku ini (namaku sebenarnya Muhammad Mirza),karena Perahu Cadik,adalah perahu asli nenek moyang kita yang adalah Bangsa rumpun Austronesia/Malayo-Polynesia,ada perdebatan tentang pendapat ini dari beberapa orang,yang meragukan bahwa nenek moyang kita seorang pelaut yang ulung dan mereka sejak lama mempergunakan benda-benda langit sebagai petunjuk,karena itu di dalam Bahasa-Bahasa Austronesia/Malayo-Polynesia,bisa kita temui kata-kata atau nama-nama benda langit,yang mirip dalam penyebutannya dan pengertiannya,yaitu Bintang Bulan dan Langit dalam beberapa kata yang berasal dari  Bahasa-Bahasa rumpun Austronesia/Malayo-Polynesia,Bintang Bulan dan Langit disebut Bintuin (Tagalog),Lintang (Jawa),Wulan (Dusun),Wulan (Jawa),Buwan (Tagalog) dan Langit (Indonesia,Malaysia,Pilipino-Tagalog Maori).

Yang menarik ternyata kata Perahu atau mirip dalam penyebutan dan pengertian terdapat pula dalam Bahasa Sumeria dalam bahasa ini Perahu disebut sebagai Nibiru.

Perahu Cadik adalah sebuah Perahu yang Perkasa  kemampuannya untuk mengarungi lautan sudah tidak diragukan lagi,dan di masa lampau Bangsa-Bangsa rumpun Austronesia/Malayo-Polynesia mempergunakannya untuk mengarungi lautan sampai ke Madagaskar dan dipergunakan pula untuk mengarungi lautan samudera nan luas di seluruh Pasifik Selatan.

Aku berharap bisa seperti sebuah Perahu Cadik,di tengah Ombak Lautan yang Menjulang dan Buas. Baca lebih lanjut

Aku, Austronesia/Malayo-Polynesia

Perahu Cadik

Gambar