Tausug

Dari berbagai bahan bacaan dan pergaulanku di jejaring sosial ,dengan orang-orang dari Negeriku (Indonesia),Malaysia dan Pilipina,aku jadi mengetahui bahwa kami adalah sebuah Masyarakat yang SERUMPUN

(Silah Baca Buku Ini!)

030

031

,tapi sejarah kami telah terpisah melalui sekat-sekat Negara-Bangsa,ditambah dengan Kerakusan Penjajah-Penjajah dari Eropa dan Gagasan Ultra Nasionalisme (Nasionalisme Sempit) yang berkembang setelah Penjajah-Penjajah yang berasal dari Eropa itu pergi. Nasib kami tidak beda jauh dengan Bangsa-Bangsa Arab yang terpecah belah dan terjebak kedalam beragam pertikaian di antara mereka setelah Khilafah Usmani atau Kesultanan Ottoman Runtuh atau Bangsa-Bangsa Keltik di Eropa,yang di masa lampau,mereka punya daerah persebaran yang sangat luas di Eropa,di masa kini mereka terpisah-pisah di beragam negara,dan paling menyedihkan bahasa mereka,tak pernah menjadi sebuah Bahasa Nasional yang Utama,di Wales,Bahasa Keltik (Cymraeg) bisa bersaing dengan Bahasa Inggris,sebagai Bahasa Nasional yang Utama,tapi di Irlandia dan Skotlandia,Bahasa Keltik (Bahasa Gaelik Irlandia dan Bahasa Gaelik Skotlandia) hampir punah,dan sulit bersaing dengan Bahasa Inggris. Kembali tentang Bangsa Tausug atau Bangsa Sulu,arti Tausug adalah TAU = Orang dan SUG = Sungai = ORANG SUNGAI,jadi mereka adalah sebuah Masyarakat Melayu Islam yang tinggal di tepi sungai atau di pesisir sungai,tak beda jauh dengan Orang-Orang Tagalog atau TAGA-ILOG yang di masa sebelum kedatangan Penjajah Spanyol,mereka adalah sebuah Masyarakat Melayu Islam. Arti TAGALOG atau TAGA-ILOG adalah TAGA = Orang dan ILOG = Sungai = Orang Sungai. Kawanku dari Pilipina pernah bercerita padaku,bahwa di masa lampau sebelum Agama Islam dan Agama Kristen,masuk ke Pilipina,cara hidup orang-orang di Pulau Visayan seperti Orang-Orang Dayak dari Borneo,jika ada Orang Visayan yang masuk Islam,dia akan disebut sebagai Orang Tausug. Orang-orang Tausug adalah orang-orang yang Gagah Berani melawan Penjajah,dan Penjajah Spanyol tak bisa mengalahkan mereka,dan bagi Penjajah Amerika,Bangsa Tausug SANGAT MENAKUTKAN! Ketika Rezim Marcos berkuasa di Pilipina,berbagai cara KEJI dan BIADAB,dipergunakan untuk mengalahkan Bangsa Tausug,salah satunya dengan mempergunakan Bom-Bom Bakar (Bom Napalm). Karena KEKEJAMAN pada masa Rezim Marcos berkuasa,orang-orang Tausug harus Merantau ke berbagai Negara,Perantau-Perantau Tausug paling banyak terdapat di Arab Saudi dan Malaysia.

Hubungan Persaudaraan dan Sejarah Bangsa Tausug,dengan kita,Orang Indonesia adalah dengan Kesultanan Sambas,di masa lampau Agama Islam di bawah ke Pulau Jolo,oleh seorang Pendakwah Islam yang berasal dari Ranah Minangkabau dan Orang-Orang Bugis (oleh mereka disebut sebagai Orang-Orang Baklaya),ikut membentuk Masyarakat Tausug. Ada pendapat menarik dari kawanku yang berasal dari Sabah,menurut dia,Bahasa yang paling banyak dipergunakan di Sabah adalah BAHASA BAJAU,kemudian dia menerangkan padaku bahwa “Di Masa Kecil Mereka Adalah Bajau,Tapi Setelah Dewasa Mereka Adalah Tausug”. Menurut pendapat Kawanku yang adalah Seorang Sabahan (Orang Sabah) itu adalah Bahasa Tausug + Bahasa Bajau = Bahasa Bajau (Bahasa yang paling mirip dengan Bahasa Tausug,selain Bahasa yang aku pergunakan ini,adalah Bahasa Bajau). Di Pilipina,Suku Bangsa Bajau Digolongkan sebagai salah satu Puak Tausug. Keluarga Kesultanan Brunei mempunyai Hubungan Persaudaraan dengan Kesultanan Sulu,jadi mereka (Bangsa Tausug) mempunyai Hubungan Persaudaraan dan Sejarah Serantau Melayu dengan Indonesia,Malaysia dan Brunei.

Tausug Dan Tagalog

Pada dasarnya Bahasa Pilipino atau Wikang Pambansang Pinas (Bahasa Nasional Pilipina) adalah Bahasa Tagalog,dan Bahasa di Pilipina yang paling mirip dengan Bahasa Tagalog adalah Bahasa Tausug. Pada dasarnya kedua bahasa ini termasuk KELOMPOK BAHASA VISAYAN,di dalam kedua bahasa itu (Tausug dan Tagalog),terdapat bentuk-bentuk dan kata-kata dari BAHASA MELAYU LAMA (bisa dibuat perbandingannya dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Belanda,keduanya adalah BAHASA JERMAN LAMA,tapi ada Bahasa Jerman yang lebih Tua,yaitu BAHASA GOTHIK). Kebanyakan Bangsa Tausug adalah Orang Islam dan mereka tinggal di Pilipina Selatan dan paling banyak di Pulau Jolo,dan Kebanyakan Bangsa Tagalog adalah Orang Kristen (Katolik dan Aglipalayan),mereka kebanyakan tinggal di Pilipina Utara dan Pilipina Selatan (melalui Kebijakan Transmigrasi di Masa Rezim Marcos). Di masa lampau Bangsa Tagalog adalah sebuah Masyarakat Melayu Islam yang tinggal di tepi sungai atau di PESISIR sungai,itu sesuai dengan nama bangsa mereka,yaitu Tagalog atau Taga-Ilog,yang berarti Orang Sungai (Taga = Orang dan Ilog = Sungai). Hal yang menunjukkan bahwa di masa lampau,mereka adalah sebuah Masyarakat Melayu Islam,adalah Kata KAPIT BAHAY,untuk menyebut TETANGGA. KAPIT = KAPATID (Saudara) dan MALAPIT (Dekat) serta BAHAY (Rumah). Di dalam Islam disebutkan bahwa Tetangga kita yang paling dekat adalah TETANGGA KITA. Bisa dilihat di sini Perbandingan Kata-Kata Dalam Bahasa Tausug Dan Bahasa Tagalog http://tunogngtagalog.blogspot.co.id/2013/09/paghahambing-ang-mga-wika-tausug-at.html

Percakapan Seorang Guru Yang Sedang Mengajarkan Bahasa Tausug

Aku petik percakapan seorang Guru yang sedang mengajarkan Bahasa Tausug,dari HINDA ITIK yang disusun oleh Seymour dan Lois Ashley dari Summer Institute Of Linguistics,pada tahun 1969. Kata-kata dalam Bahasa Mereka ini,sangat mirip dengan Kata-Kata yang aku pergunakan untuk menulis tulisan ini,mirip dalam Pengucapan dan Arti.

Sebagai Contoh :

ABILA = Jika,Jikalau,Bila,Kalau

AGAD = Ikut

AGASI = Gergasi,Raksasa

AMA = Marah,Amarah

ANGAN = Teman,Kawan

ASU = Asap

ATAWA = Atau,Atawa (Bahasa Melayu Betawi)

ATU = Melawan,Berantuk (Berkelahi dalam Bahasa Melayu Medan)

ATUP = Atap

AYMUKA = Air Muka,Mimik Wajah

BA = Kah (biasanya dibelakang sebuah kalimat tanya “Bisakah”,”Maukah”dan”Sudah”-di Medan atau Sumatera Utara,biasanya kata BAH,dipakai pula sebagai tambahan kalimat,sebagai contoh “Ini Medan Bah” atau “Bah Lama Kali Kau”)

BAGU = Baru

BADJU = Baju

BASI = Besi

BUBU = Bubu,Penangkap Ikan

KALU-KALU = Kemungkinan

KALIS = Keris (Pedang Kecil)

KATAWA = Tertawa,Tawa

KANIYA = Kepadanya,Padanya

KILAW = Mentah

DA = Bawa,Membawa

DAYN = Dari

DATUNG = Datang

KITANIYU = Kita

DUYAN,DURIAN = Durian

GUNA = Tujuan,Guna

HADJA = Saja,Hanya,Cuma,Cuman

HAMUT = Harum

GANAP = Pengertian Kata GANAP atau Kata GENAP,adalah MENAMBAH,TAMBAH,DITAMBAH,TAMBAHI,ini adalah salah satu bentuk SEMANTIK POLARISASI lagi,di dalam sebuah Bahasa yang Serumpun,atau bisa pula dibandingkan dengan Bahasa Iban (salah satu Bahasa Malayik),yaitu Kata ASA,dalam Bahasa Iban,Kata ASA berati KEKECEWAAN,tapi dalam kebanyakan Bahasa Melayu,Kata ASA berarti HARAPAN atau SEMANGAT,begitu pula dalam Bahasa Tagalog yang adalah salah satu Bahasa Malayik,Kata ASA,berarti HARAPAN,(disebutkan PAG-ASA),sedangkan dalam Bahasa Indonesia,GANAP atau GENAP adalah MELENGKAPI atau SEBUAH ANGKA YANG BISA DIBAGI TANPA SISA.

LAWM = Dalam

JAWN = Jarum

JUKUP = Cukup

LASA = Rasa Cinta,Kasih Sayang

LUMBA = Berlomba,Bertanding

MAYTA = Kenapa,Mengapa

PAY = Padi

PILA = Berapa,Piro (Bahasa Jawa)

PANGADJI = Belajar,Mengkaji,Mengaji (di dalam Bahasa Indonesia,Kata MENGKAJI dipakai pula sebagai Kata MENELITI,dan Kata MENGAJI adalah untuk MEMBACA AL QURAN – ada beberapa contoh,yatu “Penyelidik KPK-Komisi Pemberantasan Korupsi,Sedang Mengkaji Kasus Korupsi Itu” dan “Si Amri Sedang Belajar Mengaji”).

PU = Pulau

SAPAT = Cepat

SIKI = Kaki

SIGLA = Sigap,Buruan

SAYUL = Sayur

TANTU = Tentu

TAKDUG = Sepak,Tendang

LAYU = Jauh

LIMA = Tangan

LIMUN = Limbung,Tenggelam

MANUK = Ayam,Manuk (dalam beberapa Bahasa Daerah yang terdapat di Indonesia,Kata MANUK dipergunakan untuk AYAM).

NIYUG = Nyiur,Pohon Kelapa

PANGGA = Sejak

PASAL = Tentang

PIKIL = Pikir,Berpikir

SUPAYA = Supaya,Agar

USAHA = Usaha,Kerja

KAGINIS = Jenis

IBAN = Dan

TUWAN = Tuan

UBAT = Obat

TUGAS = Keras

USA = Rusa

TAU = Orang,Tau (dalam Bahasa Bugis,Kata TAU berarti ORANG,jadi TAU-UGI adalah ORANG BUGIS).

UGAT = Urat

AMBAK = Katak

ANGSA = Angsa

KUKUK = Tuyul

INGAT = Tahu,(dalam Bahasa Tagalog,INGAT adalah HATI-HATI,tapi dalam Bahasa Tausug arti Kata INGAT adalah TAHU).

INUM = Minum,Inum (Bahasa Sunda)

LAMMA = Lemah

Inilah Percakapan Seorang Guru Yang Sedang Mengajarkan Bahasa Tausug :

In patta ini UTAK. Pagsubli na KAMU mag-iyan UTAK.

(Ini gambar OTAK. KAMU ulangi OTAK)

In SULAT INI utak. Pagsubli na kamu mag-iyan utak.

(TULISAN INI utak. Kamu ulangi utak)

Laga niyu in dagbus sin sulat ini utak duun habuk niyu ha umbul DUWA iban ha manga sulat ha DING-DING

(Lihatlah kata utak di dalam bukumu di halaman DUA dan di bagian DINGDING)

In LAPPAL ini sulat da isab. Pagsubli na kamu mag-iyan sulat

(KATA ini juga surat. Kamu ulangi surat)

Bachaha niyu DAYN lawa pa tuu

(Bacalah DARI kiri ke kanan)

BACHAHA niyu in ini (BACALAH ini)

Unu in lappal di ha GITUNGAN amu in wayku tiyabunan?

(Apa kata yang di TENGAH ini yang di tengah ini yang tidak aku tutupi?)

DUNGUGA niyu na aku. Bachaha ku muna KANIYU. Pag-ubus ka MAGBACHA magad kamu MAGBALIK

(DENGARKAN aku. Aku akan pertama kali MEMBACAKANYA untuk kemudian setelah aku baca kau MEMBACANYA KEMBALI denganku).

 

Iklan
Tausug

Mengenal Tausug Dan Bahasa Mereka (2)

Gambar

 

Permalink gambar yang terpasang

Mungkin sudah banyak tulisan yang membahas tentang ini,dan yang aku tulis hanyalah sebuah pengulangan saja 🙂 tapi aku rasa hal ini,adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas dan aku mendapat terpicu untuk menuliskan tentang hal ini setelah seorang Teman Malaysiaku,mencuitkan sebuah cuitan di Twitter,dan cuitan itu bertuliskan “Tinggal adalah Leave dan Stay“,jadi kata “Tinggal” yang berasal dari Bahasa Melayu mempunyai dua arti dalam Bahasa Inggris,yaitu Leave (Tinggal-Meninggalkan) dan Stay (Tetap Tinggal-Tinggal),kemudian jika berbicara tentang Bahasa Saudara Sepupu kita yaitu Bahasa Pilipino atau Bahasa Tagalog,kita akan temui beberapa kata atau kalimat yang artinya beda,tapi penyebutannya hampir sama atau sama,inilah beberapa contoh “Mahal Kita” yang berarti “Aku Cinta Padamu”,dalam Bahasa mereka,Cinta adalah sesuatu yang Mahal atau ketika seseorang mengatakan “Mahal Kita”,bisa kita artikan “Hubungan Kita Adalah Sesuatu Yang Berharga Karena Mahal” 🙂 dalam  Bahasa Malaysia dan Bahasa Pilipino/Tagalog,Pensiun atau Berhenti,berarti Besara atau Isasara dalam Bahasa Pilipino/Tagalog,di sisi lain SARA berarti Suku Agama dan Ras serta Antar Golongan dalam Bahasa Indonesia,serta Perkauman dalam Bahasa Malaysia. Pada Masa Orde Baru,kita (Warga Negara Indonesia) dilarang membicarakan tentang Persoalan SARA,jika kita tetap Nekat membicarakan tentang SARA pada masa Orde Baru,kita bisa ditangkap oleh Pemerintah dengan Pasal Subersif (seperti ISA-Internal Security Act-di Malaysia).

Bahasa-bahasa di daerah Austronesia/Malayo-Polynesia,Nusantara dan Bumantara (istilah ini diperkenalkan oleh Prof Sutan Alisyahbana untuk menyebutkan tempat tinggal bangsa-bangsa yang terdapat di Indonesia,Malaysia,dan Pilipina serta Brunei) adalah unik,luwes atau fleksibel,bisa juga disebut lentur,karena itulah bahasa-bahasa itu mengalami Aglutinasi,pengertian Aglutinasi adalah sebuah suku kata bisa berkembang menjadi beberapa kata,sebagai contoh Merah,Bara dan Amarah,serta Sejati,Jati. Semantik Polarisasi adalah sesuatu yang membuat Bahasa-Bahasa Austronesia/Malayo-Polynesia,dan kebanyakan Malayik,menjadi lebih menarik.

Semantik Polarisasi adalah beberapa kata dari sebuah bahasa,dengan sebutan yang sama,tapi dengan arti yang berbeda,sebagai contoh atau beberapa contoh adalah kata Asa,dalam Bahasa Indonesia,Bahasa Pilipino/Tagalog yang berarti Harapan,tapi dalam Bahasa Iban artinya menjadi Kekecewaan.

Dalam Bahasa Tagalog/Pilipino untuk menyebutkan Jenazah atau Mayat,mereka pergunakan kata Bangkay,dan bagi kita (dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia)  kata Bangkay atau kata Bangkai hanya dipakai untuk menyebutkan seekor Binatang yang Mati.

Mungkin kebanyakan orang kita akan merasa Kaget atau Tercengang,ketika ada orang Pilipina yang mengatakan Bantay 🙂 kata Bantay dalam Bahasa Pilipino/Tagalog berarti Penjaga.

Dalam Bahasa Maori,kata Tahi,dipakai untuk menyebutkan Angka Satu,dan dalam Bahasa Maori,Pantai atau Pesisir disebut sebagai Taikai (terdengar kata Tahi atau Tai lagi).

Uban dalam Bahasa Jawa berati Hujan,tapi dalam Bahasa Indonesia berarti “Rambut Yang Memutih” atau “Berwarna Putih”.

Kata yang terdapat di atas kepala tulisan ini adalah sebuah Kata Melayu yang paling terkenal dan paling banyak dipergunakan,yaitu Terima Kasih. Terima Kasih bisa berarti”Menerima Kasih” atau “Kita Telah Menerima Kasih Atau Kebaikan Yang Telah Diberikan Oleh Seseorang”.

Dari Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan,terlihat Nenek Moyang Kita,adalah orang-orang yang sangat menikmati hidup di daerah kepulauan dengan cuaca tropis dan tanah yang subur,karena itu Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan tidak kaku,mengalir seperti arus sungai atau laut dan cenderung menjunjung azas persamaan atau egaliter.

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa

Bahasa Kita Memang Unik

Gambar