Borneo

Curahan Hati Anak Borneo dari Banua Banjar

Kalimantan Selatan dan Urang Banjar memiliki identitas yang berbeda dengan Jawa. Namun karena budaya Jawa menjadi identitas dominan bangsa Indonesia, semua daerah yang bukan beradat Jawapun seakan harus menerima budaya Jawa yang menjadi identias Indonesia.

Setiap tanggal 2 Oktober, Bangsa Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Di seluruh Indonesia orang mengenakan batik sudah biasa ditemui, baik di kantor pemerintahan, sekolah, universitas, maupun tempat umum. Padahal sejatinya batik merupakan budaya Jawa yang dijadikan identitas nasional bangsa Indonesia. Kebudayaan Jawa menjadi dominan di Indonesia, karena Suku Jawa merupakan suku mayoritas di Indonesia dengan konsentrasi 40% dari populasi Indonesia.

Penentuan Hari Batik ini mengikuti tanggal penetapan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) yang dilakukan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Pada 4 November 2009, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2009 Tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2007 Tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Isinya: menambahkan jenis pakaian kerja dengan batik. (LenteraTimur.com)

Menurut Wikipedia Indonesia, Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Kata batikberasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: amba, yang bermakna “menulis” dan titik yang bermakna “titik”. Batik merupakan pakaian yang dibuat dengan teknik tulis, cap dan lukis.

Setiap daerah di Indonesia memiliki pakaian adat masing-masing yang menjadi identitas untuk membedakan suatu etnis dengan etnis lainnya. Begitu pula Kalimantan Selatan, Urang Banjar memiliki kain Sasirangan. Sasirangan dibuat dengan teknik disirang (dijahit jelujur) menggunakan benang sirang dan jarum lalu dikerut sampai rapat. (Lihat Cara Pembuatan Kain Sasirangan)

Kalimantan Selatan dan Urang Banjar memiliki identitas yang berbeda dengan Jawa. Namun karena budaya Jawa menjadi identitas dominan bangsa Indonesia, semua daerah yang bukan beradat Jawapun seakan harus menerima budaya Jawa yang menjadi identias Indonesia. Tidak sulit menemui orang berpakaian batik di luar Jawa, karena adanya transmigrasi dan pengiriman orang-orang Jawa untuk mengisi jabatan, mulai dari TNI, Polri, Pegawai BUMN maupun PNS di luar Jawa. Bahkan, tidak sedikit orang yang bukan bersuku Jawa dan tinggal di daerah luar Jawa yang mengenakan batik bermotif budaya Jawa.

Saat ini, ada beberapa orang yang menyebut Sasirangan sebagai Batik Sasirangan. Seperti sudah dijelaskan tadi, Sasirangan dan Batik merupakan dua kain berbeda. Teknik pembuatan yang menjadi ciri kain sasirangan dan batik. Batik dinamakan batik karena dibuat dengan teknik dititik. Sedangkan Sasirangan dinamakan sasirangan karena dibuat dengan teknik disirang. Memang ada di beberapa daerah kain hasil akulturasi budaya Jawa dengan budaya setempat, seperti Batik Benang Bintik di Kalimantan Tengah yang merupakan akulturasi budaya Jawa dengan Dayak Ngaju. Batik benang bintik dibuat mengikuti teknik pembuatan batik seperti di Jawa, namun batik yang dibuat bermotifkan budaya Dayak. Batik Benang Bintik tercipta atas prakarsa isteri Drs.Suparmanto ketika menjadi Gubernur Kalteng (1989-1993) sebagai ciri busana Kalimantan Tengah (Lihat tentang Batik Benang Bintik di Kalteng)

Pemakaian batik dan kebaya di wilayah yang bukan beradat Jawa harus diakui sebagai bentuk supremasi kebudayaan Jawa atas budaya-budaya non Jawa. Setiap daerah memiliki kain khas yang menujukkan identitasnya masing-masing, seperti Sasirangan (Banjar), Songket dan Teluk Belanga (Melayu), Sasampiang (Minang), Ulos (Batak), Lipa Sabbe dan Baju Bodo (Bugis), Tembe Lombo (Bima), Koteka (Papua) dan lain-lain Haruskah setiap daerah menanggalkan identitas lokal mereka dan merubah budayanya menjadi budaya Indonesia yang berlandaskan budaya Jawa ?

Catatan Kaki : Semua Tulisan di atas Berasal dari  http://banuabanjar.freeiz.com

Standar