Betawi

Curahan Hati Babeh Ridwan Saidi

Aku Mengenal Babeh Ridwan Saidi melalui Buku-Buku yang Beliau tulis,yaitu “Data dan Fakta Yahudi Di Indonesia” dan “Profil Orang Betawi”,dan Babeh Ridwan Saidi adalah Corong Rakyat Betawi juga. Tentang Rakyat Betawi atau Masyarakat Betawi,mereka adalah sebuah Masyarakat Melayu Islam yang sudah berabad-abad bermukim di Daerah Jakarta dan Sekitarnya (termasuk Tangerang dan Bekasi),salah satu Ciri Khas Mereka adalah sifat Egaliter dan Terbuka,karena itulah Mereka tidak pernah mempunyai seorang Raja atau Sultan (Mungkin satu-satunya Kaum atau Puak yang terdapat di Nusantara atau Kepulauan Melayu yang tidak pernah Mempunyai sebuah Kerajaan). Sayangnya Semangat Membangun Kota Jakarta adalah Kerakusan dan Kesombongan,karena itulah mereka semakin lama semakin Terpinggirkan dan Semua Itu adalah “Api Dalam Sekam” juga,tapi itulah Semangat yang Paling Menonjol dalam Membangun Negeri ini,bisa aku sebutkan dengan beberapa kata Keculasan,Ketamakan,Kebohongan dan Kebiadaban,Kerakusan,Ken Aroknisme serta Kesombongan,Kecurangan.

Selama aku tinggal Jakarta sekitar 20 tahun lebih dan aku mempunyai beberapa sahabat dan teman yang adalah Orang Betawi,Pendapatku tentang Mereka adalah Positif,karena Pada Dasarnya Mereka adalah orang-orang yang Terbuka dan Ramah,salah satu sifat mereka yang aku suka adalah mereka tidak suka Berbasa-Basi atau Bicara Manis di Depan,tapi Kemudian Menikam atau Menusuk dari Belakang,mereka lebih suka bicara “Nyablak” atau Apa Adanya untuk beberapa orang itu Kurang Sopan,tapi aku bisa Mengerti karena Kebanyakan Orang Sumatera sering Begitu dan aku adalah Orang Sumatera juga 🙂

Tentang Pernyataan Babeh Ridwan Saidi yang Menurut beberapa orang Cenderung Menyerempet Persoalan SARA (Suku,Agama dan Ras serta Antar Golongan) atau bisa disebut juga sebagai Masalah Perkauman,Intisari Pendapat atau Pernyataan Babeh Ridwan Saidi tadi malam di TV One (tepatnya di Acara ILC-Indonesia Lawer Club-Edisi Rabu 16 Januari 2014) adalah Pendatang-Pendatanglah Pemicu atau Penyebab Banjir di Jakarta,Kata-Kata yang lebih Tepat adalah Urbanisasi Adalah Penyebab Banjir. Urbanisasi atau Perpindahan Penduduk Dari Desa Ke Kota,semua itu menyebabkan Maraknya Pembagunan Pemukiman dan Pusat Perbelanjaan,khususnya Apartemen-Apartemen dan Mal-Mal,semua itu telah Merampas dan Memperkosa Daerah-Daerah Resapan Air dan Ruang-Ruang Terbuka Hijau,bagi Pengembang-Pengembang atau Pengusaha-Pengusaha Real Estate semua itu adalah Peluang atau seperti kata sebuah Pepatah “Pucuk DiCinta Ulam Tiba”,dan bagi Kebanyakan Penduduk Jakarta itu adalah sebuah Musibah.

Jika kita ingin bicara lebih jauh lagi Pemicu Semua Ini,adalah Pemusatan Kekuasaan Baik Ekonomi Maupun Politik Di Jakarta dan Pulau Jawa pada Khususnya.

Negeri Ini Luas dan Hampir Seluas Eropa,tapi mengapa hampir semuanya dipusatkan di Jakarta dan Pulau Jawa? Di sisi lain Pulau-Pulau di Seberang Jawa hanya sebagai Pelengkap Penderita saja dalam Bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) atau Hanya Diperlukan Kekayaan Alamnya (khususnya untuk Membayar Hutang Luar Negeri) dan Tanahnya (untuk Transmigran,khususnya Transmigran Asal Pulau Jawa).

Aku sebagai Pendatang Asal Sumatera bisa mengerti dan berpikir jernih pada Pernyataan Babeh Ridwan Saidi dan pada dasarnya Pernyataan Babeh Ridwan Saidi bukan hanya sebuah Riak di Samudera nan Luas,tapi bisa Menjadi sebuah Ombak nan Dahsyat juga atau Ombak Tsunami,karena Pernyataan Beliau adalah sebuah Pernyataan yang Jujur Tentang Keadaan Negeri ini yang Sebenarnya.

Tabik untuk Babeh Ridwan Saidi,dan aku pun Berharap Babeh Ridwan Saidi bisa Melihat Lebih Jernih Beragam Masalah Di Negeri ini,dan bukan hanya di Sekitar Jakarta,yang Terjadi di Jakarta dan Sekitarnya hanyalah Puncak Gunung Es dari Beragam Kekacauan Di Negeri ini =)

Iklan
Standar