Ketika Pasukan Jepang tiba di Nusantara Melayu,mereka mengatakan bahwa “Kami Adalah Saudara Tua”,ternyata bukan hanya salah satu bentuk rayuan pada orang-orang kita agar orang-orang kita percaya pada mereka,bahwa mereka Pasukan Jepang atau Kerajaan Dai Nippon akan membebaskan Nusantara Melayu dari Penjajahan Bangsa-Bangsa yang berasal dari Eropa,pada dasarnya Kita dan Bangsa Yamato adalah “Serumpun”,di sisi lain Pasukan Kerajaan Jepang,berpendapat bahwa bahasa yang kini aku pergunakan untuk menulis tulisan ini adalah Bahasa Dai Nippon,karena mereka menganggap banyak persamaan dalam arti dan bunyi (atau mirip) antara Bahasa mereka,dan Bahasa yang aku pergunakan untuk menulis tulisan ini.

Marilah kita pergi lebih jauh ke masa lampau,ketika Pelaut-Pelaut Perkasa dari Bumantara (istilah ini berasal dari Pak Sutan Alisyahbana untuk menyebutkan Bangsa-Bangsa yang terdapat di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia-Kegemilangan Pelaut-Pelaut Perkasa dari Bumantara ini harus kita bagi dengan Pelaut-Pelaut dari Bangsa Lapita-Melanesia yang di masa lampau telah melakukan hubungan dagang dengan Borneo,sekitar ribuan tahun yang lampau),mereka sanggup melakukan pelayaran dalam jarak yang sangat jauh,dan jejak-jejak mereka ditemukan di Pulau Rapa Nui sampai dengan Pulau Madagaskar.

Sesuatu yang Aneh jika Pelaut-Pelaut Perkasa dari Bumantara,ketika mereka berada di Taiwan,mereka tidak melanjutkan perjalanan mereka sampai ke Jepang,yang berjarak tak sampai satu hari perjalanan dari Taiwan.

Ada sebuah Pendapat yang mengatakan bahwa sebuah Negeri atau Bangsa menjadi penutur Bahasa yang bukanlah Bahasa Ibu mereka disebabkan oleh Pendudukan Bangsa lain. Ada beberapa contoh sebuah Negeri menjadikan bahasa yang bukan Bahasa Ibu mereka atau Bahasa itu,penutur-penuturnya secara Susur Galur atau Garis Keturunan (Genetik) tak Serumpun dengan mereka,sebagai Bahasa Nasional,Negeri itu adalah Singapura.

Jamaika adalah sebuah Negeri yang terdapat di sekitar Kepulauan Karibia,yang mempergunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional. Meskipun hampir semua penduduk Jamaika berasal dari Afrika,tapi karena Jamaika pernah dalam Kekuasaan Kerajaan Inggris,yang dipergunakan sebagai Bahasa Persatuan dan Bahasa Pergaulan (Lingua Franca) adalah Bahasa Inggris.

Singapura dan Jamaika,kedua Negeri ini mempergunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional,karena Pendudukan Kerajaan Inggris.

Kembali ke Jepang,dalam Sejarah Perjalanan Negeri itu,sama sekali tidak pernah diduduki oleh Bangsa Asing atau Kerajaan asing dalam masa yang lama,setelah Kalah pada Perang Dunia Kedua,Negeri Jepang pernah diduduki oleh Pasukan Amerika Serikat,tapi tidak dalam masa yang lama dan ketika Pasukan Mongol Menyerbu Jepang melalui laut,mereka mengalami Kegagalan Besar. Tidak ada satupun Kerajaan dari Nusantara Melayu (Funan,Sriwijaya dan Majapahit) pernah berkuasa di Tanah Air Bangsa Yamato.

Seorang Ahli Bahasa dari Hawai yang bernama Lawrence Reid berpendapat bahwa “Hubungan Bahasa Jepang (Yamato) Dengan Austronesia (Bumantara) Hanya Melalui Perdagangan”, di sisi lain ditemukan bukti-bukti bahwa hubungan Bangsa Yamato dengan Dunia Nusantara Melayu (Bumantara),sudah terjadi sejak lama,beberapa bukti menyokong pendapat ini,yaitu ditemukan beberapa pecahan tembikar (mirip dengan pecahan-pecahan tembikar yang berasal dari Asia Tenggara-Bumantara) Jepang dari Masa Jomon awal,hasil Uji Karbon menunjukan pecahan-pecahan tembikar itu berusia sekitar 5000 Tahun,kemudian ditemukan pula Senjata Sumpit di Jepang Selatan,Senjata Sumpit adalah Senjata Tertua dan Asli dari Bumantara (Austronesia).

Di masa lampau Pedagang-Pedagang dari Dunia Nusantara Melayu (Bumantara),telah melakukan hubungan dengan Bangsa Yamato (Jepang),hubungan mereka nampaknya lebih dari hanya berdagang,tapi lebih jauh dari itu,yaitu Kawin Mawin,untuk Perbandingan,silah dibandingkan dengan Suku Bangsa Karo dari sekitar Pesisir dan Dataran Tinggi di Sumatera Timur,yang hasil dari percampuran Kaum Melayu Tua dengan Bangsa Tamil.

Banyaknya Kemiripan Arti dan Kemiripan Bunyi kata-kata dari Bahasa yang aku pergunakan untuk menulis tulisan ini dengan Bahasa Jepang (Yamato),adalah bukti tidak terbantahkan bahwa di masa lampau,Nenek Moyang kita dan Nenek Moyang mereka (Jepang-Yamato) mempunyai Hubungan yang Erat dan Mendalam,karena itulah mereka menyebut diri mereka adalah “Saudara Tua”,tapi kata-kata yang lebih tepat adalah “Saudara Serumpun”.

“Kenapa Bahasa Mereka Nampak Berbeda Dengan Bahasa Yang Kita Pergunakan Saat Ini”? Atau “Kenapa Kata-Kata Dalam Bahasa Yang Mereka Pergunakan Berbeda Dalam Penyebutan Atau Pengucapan Tapi Sama Artinya Dengan Bahasa Yang Kita Pergunakan Saat Ini”? “Kenapa Kata-Kata Dalam Bahasa Mereka Terjadi Semantik Polarisasi”? (sama dalam penyebutan atau pengucapan,tapi berbeda dalam arti). “Hukum Grimm” bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas,Hukum Tentang Bahasa ini diciptakan oleh Jacob Grimm yang adalah seorang Ahli Bahasa,khususnya Bahasa-Bahasa Jermania (Jermanik). Menurut Hukum Grimm sebuah Bahasa Lambat Laun atau Setahap demi Setahap seiring berjalannya masa akan berubah,sebagai contoh “Der”,”Die”dan”Das”dalam tulisan akan tertulis sebagai “The” dalam Bahasa Inggris (salah satu Bahasa Jermania),tapi dalam pengucapan disebut “De”. Inilah yang disebut sebagai “Kognat”,yaitu Perubahan Suara Atau Pengucapan Yang Teratur Dari Bahasa Aslinya,inilah yang kemudian disebut sebagai Dialek atau Logat.

Satu Contoh lagi adalah Bahasa-Bahasa Latino yang terpecah menjadi Bahasa Spanyol,Bahasa Italia,dan Bahasa Portugis,Bahasa Perancis serta Bahasa Katalan,Bahasa Rumania.

Anda Semua bisa memberikan penilaian sendiri dengan melihat Kata-Kata Jepang (di sebelah kiri),yang aku himpun dan buat perbandingannya dengan Bahasa (Malayik) yang aku pergunakan untuk menulis tulisan ini.

Alam

Kawa = Sungai (dalam Bahasa Tagalog,”Danau” disebut “Lawa”)

Hora = Gua

Awa (dalam pengucapan mirip “Awan”,salah satu bentuk Semantik Polarisasi dalam Bahasa Jepang) = Busa,Buih

Tumbuhan

Hana = Bunga

Eda = Dahan

Bara = Mawar

Binatang

Tokage = Kadal,Tokek

Ga = Ngengat

Buta = Babi

Risu = Tupai

Ika (mirip “Ikan” dalam pengucapan-salah satu bentuk Semantik Polarisasi) = Cumi-Cumi,Ikan Sotong

Kaeru = Katak

Uma = Kuda

Sakana = Ikan

Inu (mirip “Asu” dalam pengucapan dan Kata Asu dipergunakan dalam Bahasa Iban,Bahasa Tagalog dan Bahasa Jawa untuk menyebut “Anjing”)

Shika = Rusa

Ushi = Sapi,Lembu,Kerbau

Orang Banyak

Kyaku = Tamu,Tetamu

Onna (dalam pengucapan mirip “Nona”) = Perempuan,Wanita

Buzoku (dalam Bahasa Merina dari Pulau Madagaskar disebut “Fuku”) = Suku,Suku Bangsa,Suku Kaum (pengertian Kata “Suku” https://hitambesar.wordpress.com/2013/11/10/suku/ )

Tachi = Orang-Orang (dalam Bahasa Tausug dan Bahasa Bugis,”Orang” disebut “Tau”)

Minzoku = Bangsa

Tubuh/Badan

Karada = Badan

Ekika = Ketiak

Me = Mata

Mayu = Alis Mata

Mabuta = Kelopak Mata

Yubi,Shushi = Jari Tangan

Ashi = Kaki

Hitai = Dahi

Te = Tangan

Atama = Kepala

Kuchibiru = Bibir

Shita = Lidah

Te no hira = Telapak Tangan

No = Otak

Ago = Dagu

Kesehatan

Byoki = Penyakit

Keiren = Kejang

Itami = Nyeri

Kichigai = Gila

Haramu = Hamil

Peralatan

Hako = Kotak

Kugi = Paku

Arah

Hidari = Kiri

Naka = Tengah

Massugu = Lurus

Tempat

Mura = Desa

Atari = Sekitar

Ta = Sawah

Ni = Di

Sochi = Sini

Aida = Di antara

Pakaian

Kushi = Sisir

Wata = Kapas

Seni

Odori = Tarian

Bahasa

Ku = Kalimat

Ukuran

Haba = Lebar

Kata Ganti

Anata = Anda,Kau,Engkau,Kamu

Karera = Mereka

Boku (dipakai Kaum Laki-Laki yang Akrab-Sesama Teman Laki-Laki yang Seusia atau Usianya tak beda jauh-seperti pengunaan Kata “Gue”) = Aku,Saya

Kata Ganti Waktu Dan Tempat

Donata = Siapa

Ikaga = Bagaimana

Kata Keterangan

Sude-ni = Sudah

Sugiru = Terlalu

Tabitabi = Sering

Mada = Masih

Ippai = Penuh

Shimasu (dalam pengucapan mirip “Masuk”,salah satu bentuk Semantik Polarisasi) = Memakai

Sugu = Segera

Sakki = Tadi

Tatta = Hanya

Nazenara = Karena

Matawa = Atau

Igai = Kecuali

De = Dengan

Kara = Dari,Sejak,Sejak Dahulu Kala,Kala

Kata Sifat

Nigai = Pahit

Mekura = Buta

Isamaashii = Berani

Chuibukai = Berhati-hati,Hati-Hati

Akiraka = Jelas,Nyata

Suzushii = Sejuk

Betsu = Berbeda,Beda

Jubun = Cukup

Hiratai = Datar

Chiisai = Kecil

Semai = Sempit

Junsui = Murni

Utsukushii = Cantik

Arai = Kasar

Yataka = Kaya

Yukai (dalam pengucapan mirip “Sukai”) = Menyenangkan

Binkan = Peka

Kantan = Sederhana

Seijitsu = Tulus

Koi = Kental

Amai = Manis

Takai = Tinggi

Shinjitsu = Sejati

Fuka = Salah

Baka = Bodoh

Nama = Mentah

Kowai (dalam pengucapan mirip “Takot”,tapi “Ko-nya” di depan-dalam Bahasa Tagalog,”Kata Takut” diucapkan “Takot”) = Menakutkan,Menyeramkan,Galak,Bengis

Kata Kerja

Aru = Adalah

Fuku = Bertiup,Meniup,Tiup

Midasu = Menganggu

Nomu = Minum

Kesu = Menghapus

Tobu = Terbang

Ukabu = Mengapung

Utsu = Memukul

Warau = Tertawa,Tawa

Ikiru = Hidup

Miru = Melihat

Au = Bertemu

Kosuru = Menggosok,Gosok

Shimeru = Menutup

Suberu = Meluncur

Sasu = Menusuk

Haku = Menyapu

Kataru = Bercakap-cakap,Menceritakan

Fureku = Menyentuh,Sentuh

Tsukau = Menggunakan

Tsutsumu = Membungkus

Oriru = Turun

Niru = Meniru,Menyerupai,Mirip

Naku = Nangis,Menangis

Tataku = Mengetuk,Bertepuk

Iku (dalam pengucapan mirip “ikut”,”Kata Iku” adalah salah satu bentuk Semantik Polarisasi) = Pergi

Pemikiran

Bunka = Budaya

Danketsu = Persatuan

Masa

Hi = Hari

Asa (dalam Bahasa Tagalog dan Bahasa Malayik lainnya,kecuali Bahasa Iban,kata”Asa”berarti “Harapan”-Pagi adalah sebuah Harapan untuk sesuatu yang lebih baik dalam kehidupan kita-sebuah Semantik Polarisasi dalam Bahasa Jepang) = Pagi

Shukan = Pekan,Minggu

Bilangan

Ichi = Satu,Cie (Bahasa Melayu Minang)

Kata Tanya

Ka? = Kah (kata tambahan,ketika mengajukan sebuah pertanyaan,ada beberapa contoh “Berapakah”? “Siapakah”? Dan “Adakah”?,dalam Bahasa Tagalog dipakai Kata “Ba”,ada beberapa contoh “Gutom Ka Ba”?-“Laparkah Kau”?,”Mahal Ba”?-“Mahalkah”? Dan “Marunong Ba”?-“Pandaikah”?)

Ikura desu-ka? = Berapakah harganya?

Desuka? = Ataukah?

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa

Inilah Alasan Mereka (Bangsa Yamato-Jepang) Menganggap Kita Sebagai Saudara Serumpun Mereka

Gambar

Tatoo,Tatooing and To Tatoo also Tatag in Tagalog/Pilipino,it’s one of Oldest Ritual and Original Art from Austronesian,Malayo-Polynesian,Nusantara and Bumantara People  (Bumantara is term its made by Mr Sutan Alisyahbana,it means People Who Living Between Two Ocean,it’s Pasifik and Hindia,the People are Austronesian-Malayo-Polynesian People). I took about a Zone Civilization that seized over Half Globe,from Rapa Nui Island and Madagascar Island. Main Definition Tatoo or To Tatoo is “Drawing For Permanently The Body” in ancient time is part of herarchy in a community,and amulet too! Before our Ancestors convert to Hindu,Budha and Islam also Christian,they were did art and ritual. My Religion (Islam) is Probhited Straightly this Ritual and Art (No Offence,because this True!).

Papua Island is Opposite Linguistically and Race with Austronesian People/Nusantara People who majority Brown Skined with Straight Black Hair (we knowing as Malayan Mongoloid Race- Proto and Deutro). Other name for Melanesia People are Lapita Nation,in Ancient Time they were Great Sailors (Unfortunetly in Indonesian Book History,particulary for History Lesson in the School,almost never learned – It’s Sadly and Realy Unfair!).

Melanesia People or Lapita Nation are one part most oldest race in the world,it’s Negrid. Basically our Ancestors from Africa,if you still believe in the hoax,that our ancestors from Southern China,it’s really Hoax and Pseudo Science! http://www.bradshawfoundation.com/journey/

Biak and Sepik

Biak and Sepik,both in Eastern Coast Papua (Biak-West Papua and Sepik Province in Papua Nugini) got influence from Austronesian Sailors or Austronesian Traders in Ancient Time. For the Proven : Biak Language bulk with some words from Austronesia Words  : One = Iser (Satu) Two = Suru,Three = Kyor (Tiga),Four = Fyak (Empat),Five = Rim (Lima),Six = Wonem (Enam),Seven = Fik (Tujuh),Eight = War (Delapan),Nine = Siw (Sembilan),Ten = Samfur (Sepuluh) and with some words from Tagalog/Pilipino Language : Isa = Iser  Dalawa = Suru,Tatlo = Kyor,Ampat = Fyak,Lima = Rim,Anim = Wonem,Pito = Fik,Walo = War,Siyam = Siw,Sampo = Samfur.

Proven Influence from Austronesian People in Sepik Art and Ritual,through a “Pseudo Tatoo” Art and Ritual,i call “Pseudo Tatoo” because To Tatoo is Drawing For Permanetly The Body not To Carving The Body. But it’s True Evidence The Influence from Austronesian People in Ancient Time.

It’s Look Like So Painly,But i really Respect to that People who Very Bravely!

Austronesia/Malayo-Polynesia

Pseudo Tatoo From Melanesia Nation

Gambar

Tunog Ng Tagalog

Many Similarties among Bahasa Indonesia,Bahasa Malaysia and Some Languages from Sumatera,i could give some Examples for Prove It and i will Startly from Lampung Language,Word Of Buwok and Word Of Buhok (Tagalog-Pilipino),both of have similarties in pronunciation and definition,it’s Hair. In Tapanuli/Batak Languages (from Northern Sumatera) “Ina” is meaning Mother,and same in pronunciation and definition with Word Of Ina in Tagalog/Pilipino Language that means Mother. “Inang Wika” is meaning Mother Tongue. Mr Jose Riza Said ” If You Don’t Love Your Language (His Mean Our Mother Tongue) Obviously It’s More Insult Than Animal And A Rotten Fish”. Nowadays English is too Rules as Language,and have many potential for kill all Native Languages or Mother Tongue in around the World. I think Mr Jose Rizal are look like a Fortune Teller when he is made a Describe or an Analogy about Situation in Present Day.

Jose Rizal

Tagalog/Pilipino Language With Sunda Language

I think is not usually or no mainsteram,when i am comparing some words from Sunda Language or Basa Sunda,but it’s Interesting too!

The Fact about Sunda Language,in Indonesia the Language have Native Speakers are over 40 Millions People,and some words from that language have similarties with Tagalog/Pilipino Language. According Mr Sangkot Marzuki’s Research (he is a Head in Lembaga Eijkman Indonesia),Genetically of Sumatera People and Sunda People are Nearby or Similar. More interesting many Pop Malay Band from Pasundan (Sundanese People Homeland) https://hitambesar.wordpress.com/2014/06/01/dont-judge-from-face-book-because-this-is-a-good-band/

Here some words from Sunda and Tagalog/Pilipino that similar in pronunciation and definition :

1. Man = Lalaki (Sunda),Lalaki (Tagalog-Pilipino)

2. Head = Hulu (Sunda),Ulo (Tagalog-Pilipino)

3. Straight,Continue,Continuely,Go On = Tuluy (Sunda),Tuloy (Tagalog-Pilipino)

4. Knee = Tuur (Sunda),Tuhod (Tagalog-Pilipino)

5. Stinky = Bau (Sunda),Baho (Tagalog-Pilipino)

6. Noise = Irung (Sunda),Ilong (Tagalog-Pilipino)

7. Drink = Inum (Sunda),Inom (Tagalog-Pilipino)

8. Hair = Buuk (Sunda),Buhok (Tagalog-Pilipino)

9. Mesquito Net = Kulambu (Sunda),Kulambo (Tagalog-Pilipino)

10. Key = Sosi (Sunda),Susi (Tagalog-Pilipino)

11. Cooking Poot = Pariuk (Sunda),Palyok (Tagalog-Pilipino)

12. Star Fruit = Balingbing (Sunda),Balimbing (Tagalog-Pilipino)

13. Path = Tapak (Sunda),Tapak (Tagalog-Pilipino)

The Blog above is about Tagalog/Pilipino Language in a Sumateranese Perspective,if you want to know many more please visit to http://tunogngtagalog.blogspot.com/

PS : Tagalog or Taga-Ilog is meaning “River” (Ilog) “Man” (Taga). Picture of Jose Rizal in Middle Above from https://twitter.com/adembarissever

 

Austronesia/Malayo-Polynesia, Blog, Blogger Tamu

Tagalog/Pilipino Language In A Sumateranese Perspective

Gambar

 

 

Blognya Kuya Arnorld

 

Aku mengenal Kuya Arnorld Hokulani melalui sebuah Grup di Facebook yang membahas tentang Akar atau Susur Galur,Bangsa-Bangsa yang Serumpun dari Pulau Rapa Nui sampai dengan Pulau Madagaskar,pada sekitar permulaan Tahun 2010,tapi pada sekitar Mei 2011,aku terlibat perdebatan sengit dengannya (seperti Perang Twitt),karena perdebatan sengit itu,akhirnya aku Meng-Unfollownya dari Daftar Temanku di Facebook.

Pada sekitar akhir Tahun 2013,aku tanpa sengaja menemukan Blognya Kuya Arnorld Hokulani,melalui Mesin Pencari Google,setelah aku membaca isi blognya yang sangat Bagus dan Menambah Wawasanku,aku memutuskan untuk menjadi Pengikut Blognya,melalui Blogku yang lain.

Selayang Pandang tentang Kuya Arnorld Hokulani,dia berasal dari Hawai,orang yang Cerdas,seorang Polygoth (menguasai beberapa bahasa) dan agak Kekanak-Kanakan (karena itulah Kuya Arnorld Hokulani Unik!).

Bagi Anda Semua yang ingin menambah Wawasan dalam Bidang Antropologi dan Sejarah,ada baiknya Berkunjung ke Blognya >> http://hawaiianhistorian.blogspot.co.id

 

 

Antropologi, Austronesia/Malayo-Polynesia, Blog, Blogger Tamu

Blognya Kuya Arnorld Hokulani (Blognya Bang Arnorld Hokulani)

Gambar

I was pick some words from two languages about the name of colours,this is some words from Maori Language and Gorontalo Language.

By the way What’s Your Mother Tongue For This?

Maori Language

Maori 1

Gorontalo Language

Gorontalo 1

PS : Gorontalo Language or Bahasa Hulontalo is from Northern Sulawesi

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa, Maori

What’s Your Mother Tongue For This?

Gambar

 

When i saw my time line on my twitter account,i all at once feel Familiar With These Hand Crafts,because it’s look like some Hand Crafts from Sumatera and Borneo,by the way  my Home Land is Sumatera 🙂

I think Antropologically and Linguistically it’s able explained to us,that we are from one roots,Sumatera and Borneo (the Malayo Side) also Maori (the Polynesia Side),i was collect some words from Bahasa Melayu (Bahasa Indonesia and Bahasa Malaysia),but Randomly.

 

1) Word = Kupu (Maori)                            Kata (Bahasa Melayu)

2) For = Mo (Maori)                                    Untuk (Bahasa Melayu)

3) Cloudy = Tumaru (Maori)                     Berawan/Mendung (Bahasa Melayu)

4) This = Tenei (Maori)                               Ini (Bahasa Melayu)

5) Freedom/Free = Rangatira (Maori)     Merdeka (Bahasa Melayu)

6) Water = Wai (Maori)                               Air (Bahasa Melayu)

7) Nail = Uku (Maori)                                  Kuku (Bahasa Melayu)

8) Dead = Mate (Maori)                              Mati  (Bahasa Melayu)

9) Hear = Taringa (Maori)                         Telinga (Bahasa Melayu)

10) Picture = Atahanga (Maori)                Gambar (Bahasa Melayu)

11) Older Sister = Tuakana (Maori)          Kakak/Kakak Perempuan (Bahasa Melayu)

12) Rain = Ua (Maori)                                  Hujan (Bahasa Melayu)

13) Support = Tautoko (Maori)                  Sokong (Bahasa Melayu)

14) Little = Iti (Maori)                                  Kecil (Bahasa Melayu)

15) Proverb = Whakatauki (Maori)            Pepatah (Bahasa Melayu)

16) Coast/Beach = Taikai                             Pantai (Bahasa Melayu)

(Maori   http://tunogngtagalog.blogspot.com/2014/04/taikai-pasisil.html )

17) Eye = Mata (Maori)                                 Mata (Bahasa Melayu)

18) Sun = Ra (Maori)                                     Matahari (Bahasa Melayu)

19) Two = Rua (Maori)                                  Dua (Bahasa Melayu)

20) Three = Toru (Maori)                             Tatlo (Tagalog-one of Malayic Language),Tiga (Bahasa Melayu)

21) Five = Rima (Maori)                                 Lima (Bahasa Melayu)

 

 

 

 

PS : All Photos above from https://twitter.com/TrustReo

Austronesia/Malayo-Polynesia, Maori

I Feel Familiar With These!

Galeri

 

Permalink gambar yang terpasang

Mungkin sudah banyak tulisan yang membahas tentang ini,dan yang aku tulis hanyalah sebuah pengulangan saja 🙂 tapi aku rasa hal ini,adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas dan aku mendapat terpicu untuk menuliskan tentang hal ini setelah seorang Teman Malaysiaku,mencuitkan sebuah cuitan di Twitter,dan cuitan itu bertuliskan “Tinggal adalah Leave dan Stay“,jadi kata “Tinggal” yang berasal dari Bahasa Melayu mempunyai dua arti dalam Bahasa Inggris,yaitu Leave (Tinggal-Meninggalkan) dan Stay (Tetap Tinggal-Tinggal),kemudian jika berbicara tentang Bahasa Saudara Sepupu kita yaitu Bahasa Pilipino atau Bahasa Tagalog,kita akan temui beberapa kata atau kalimat yang artinya beda,tapi penyebutannya hampir sama atau sama,inilah beberapa contoh “Mahal Kita” yang berarti “Aku Cinta Padamu”,dalam Bahasa mereka,Cinta adalah sesuatu yang Mahal atau ketika seseorang mengatakan “Mahal Kita”,bisa kita artikan “Hubungan Kita Adalah Sesuatu Yang Berharga Karena Mahal” 🙂 dalam  Bahasa Malaysia dan Bahasa Pilipino/Tagalog,Pensiun atau Berhenti,berarti Besara atau Isasara dalam Bahasa Pilipino/Tagalog,di sisi lain SARA berarti Suku Agama dan Ras serta Antar Golongan dalam Bahasa Indonesia,serta Perkauman dalam Bahasa Malaysia. Pada Masa Orde Baru,kita (Warga Negara Indonesia) dilarang membicarakan tentang Persoalan SARA,jika kita tetap Nekat membicarakan tentang SARA pada masa Orde Baru,kita bisa ditangkap oleh Pemerintah dengan Pasal Subersif (seperti ISA-Internal Security Act-di Malaysia).

Bahasa-bahasa di daerah Austronesia/Malayo-Polynesia,Nusantara dan Bumantara (istilah ini diperkenalkan oleh Prof Sutan Alisyahbana untuk menyebutkan tempat tinggal bangsa-bangsa yang terdapat di Indonesia,Malaysia,dan Pilipina serta Brunei) adalah unik,luwes atau fleksibel,bisa juga disebut lentur,karena itulah bahasa-bahasa itu mengalami Aglutinasi,pengertian Aglutinasi adalah sebuah suku kata bisa berkembang menjadi beberapa kata,sebagai contoh Merah,Bara dan Amarah,serta Sejati,Jati. Semantik Polarisasi adalah sesuatu yang membuat Bahasa-Bahasa Austronesia/Malayo-Polynesia,dan kebanyakan Malayik,menjadi lebih menarik.

Semantik Polarisasi adalah beberapa kata dari sebuah bahasa,dengan sebutan yang sama,tapi dengan arti yang berbeda,sebagai contoh atau beberapa contoh adalah kata Asa,dalam Bahasa Indonesia,Bahasa Pilipino/Tagalog yang berarti Harapan,tapi dalam Bahasa Iban artinya menjadi Kekecewaan.

Dalam Bahasa Tagalog/Pilipino untuk menyebutkan Jenazah atau Mayat,mereka pergunakan kata Bangkay,dan bagi kita (dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia)  kata Bangkay atau kata Bangkai hanya dipakai untuk menyebutkan seekor Binatang yang Mati.

Mungkin kebanyakan orang kita akan merasa Kaget atau Tercengang,ketika ada orang Pilipina yang mengatakan Bantay 🙂 kata Bantay dalam Bahasa Pilipino/Tagalog berarti Penjaga.

Dalam Bahasa Maori,kata Tahi,dipakai untuk menyebutkan Angka Satu,dan dalam Bahasa Maori,Pantai atau Pesisir disebut sebagai Taikai (terdengar kata Tahi atau Tai lagi).

Uban dalam Bahasa Jawa berati Hujan,tapi dalam Bahasa Indonesia berarti “Rambut Yang Memutih” atau “Berwarna Putih”.

Kata yang terdapat di atas kepala tulisan ini adalah sebuah Kata Melayu yang paling terkenal dan paling banyak dipergunakan,yaitu Terima Kasih. Terima Kasih bisa berarti”Menerima Kasih” atau “Kita Telah Menerima Kasih Atau Kebaikan Yang Telah Diberikan Oleh Seseorang”.

Dari Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan,terlihat Nenek Moyang Kita,adalah orang-orang yang sangat menikmati hidup di daerah kepulauan dengan cuaca tropis dan tanah yang subur,karena itu Bahasa-Bahasa yang kita pergunakan tidak kaku,mengalir seperti arus sungai atau laut dan cenderung menjunjung azas persamaan atau egaliter.

Austronesia/Malayo-Polynesia, Bahasa

Bahasa Kita Memang Unik

Gambar