000.001

 

 

Aku buat tulisan yang pendek dan sederhana ini,karena aku teringat,pada suatu ketika hujan turun,tiba-tiba ada orang yang di sampingku (dia berdiri agak dibelakangku,tepatnya disebelah kiriku) yang berkata “Aduh”.aku bertanya dalam hatiku “Kenapa Harus Aduh?”. Bukankah kata “Aduh” adalah sebuah bentuk Keluhan?

Hujan adalah salah satu bentuk Rahmat Allah pada kita,ketika hujan menghujani bumi,tanaman-tanaman tersenyum dan jiwa kanak-kanak kita bangkit,aku rasa banyak diantara kita yang punya kenangan indah tentang si Hujan,di masa kecil kita,ketika kita bermain dengan teman-teman masa kecil kita yang kini mereka sudah berada entah dimana. Kita berlari-lari kesana-kemari dengan penuh keceriaan,di Jakarta ada istilah atau kata untuk bermain-main di kumbangan lumpur,atau di genangan air bekas hujan,yaitu “Ngobak” 🙂 dalam beberapa bahasa yang Serumpun,”Hujan”,disebut Ulan (Tagalog-Pilipino),Udan (Jawa) dan Ivula (Zulu) serta Ua (Maori).

“Aduh”,kata yang terucap itu membuat seolah-olah si Hujan itu bersalah pada si Pengucap kata “Aduh”,padahal si Hujan adalah salah satu bentuk Rahmat yang tak Terkira dari Allah. Kenapa harus ada kata “Aduh” untuk Rahmat Allah yang tak Terkira?

Kita biasanya berkata “Aduh”,ketika ada yang sesuatu yang tak menyenangkan terjadi pada kita,ada beberapa contoh sesuatu yang tak menyenangkan itu :

1) “Aduh Gua Telat Bayar Rumah Kontrakan!”

2) “Aduh Macet Melulu!”

3) “Aduh Semua  Orang Yang Gua Liat Di Tipi Nih Hari Nyebelin!”

4) “Aduh Hape Gua Udah Rusak Padahal Baru Sebulan Dibeli!”

5) “Aduh Kok Nih Supir Metro Mininya Bawa Penumpang Tapi Kayak Bawa Besi Tua!”

Bagaimana dengan si Hujan? Si Hujan jelaslah berbeda dengan semua hal yang membuat kita mengatakan “Aduh”,karena si Hujan membuat mata kita terasa sejuk saat kita memandang keluar rumah kita melalui jendela,sambil duduk membaca buku dan minum teh (mungkin kopi,susu coklat atau wedang jahe). Jadi kenapa kita mengatakan “Aduh”,pada si Hujan?

Aku tidak akan pernah mengatakan “Aduh” pada si Hujan,karena si Hujan tak pernah membenciku! (Sikap!)

Setelah Melihat Gambar Di Atas,Aku Rasa Tidak Ada Alasan Untuk Mengatakan “Aduh” Pada Si Hujan 🙂

Iklan
Aku, Hujan

Kenapa Harus #Aduh?

Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s