Kehidupan, Ketimpangan

Apa Kita Masih Setara di Negara Ini?

Ketika Pendirian Negara ini Menyatukan Beragam Kerajaan dan Kaum di Nusantara atau Bumantara ini,dan Sumpah Pemuda (meskipun Fakta Sejarah ini adalah sesuatu yang penuh Kontroversi pula),telah Mempertegas Keinginan untuk Bersatu itu dan Mendirikan sebuah Negara Berdasarkan Keadilan untuk menggapai Kemakmuran Bersama,karena Hak Kita dan Kewajiban Kita sebagai Warga Negara Indonesia adalah Setara atau Sama,tapi kemudian ada yang Membajak semua itu. Apa mengistimewakan Suku Bangsa Jawa dalam Panggung Politik Nasional adalah Bagian dari Konsensus Nasional atau sebuah Keputusan Nasional? Jawabannya tentu tidak,karena tidak ada dalam Sumpah Pemuda dan Undang-Undang 45. Apa Mungkin karena perbedaan Ras? Ras mereka sama dengan kita yaitu Melayu Mongoloid atau rumpun Bangsa berkulit Sawo Matang yang Berhidung tidak Mancung atau Pesek. Bahasa mereka serumpun dengan Bahasa yang aku pakai dengan untuk mengetik tulisan ini yaitu dari Ranting Javanic-Malayo dari Pohon Bahasa Austronesia dari Garis Keturunan Mereka Dekat secara Genetik dengan Suku Bangsa Basemah dari Sumatera Selatan,Suku Bangsa Banjar dari Kalimantan Selatan dan Suku Bangsa-Suku Bangsa yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Barito,Kalimantan Selatan dan di Masa Lampau ada sebuah Sungai Purba yang Hulunya di Kalimantan Selatan dan Mengalir ke Pulau Jawa,karena Nenek Moyang kita di Masa Lampau,sebelum terjadinya Banjir Besar mereka tinggal di Daratan yang sama. Ada yang berpikir semua ini,karena mereka adalah Kaum yang Terbanyak di Negara ini,tapi hanya sekitar 40 persen dan bukan Mutlak,pada dasarnya sekitar 60 persen Penduduk Negara ini,adalah bukan Suku Bangsa Jawa,jika kita berbicara tentang Kaum terbanyak di Negara ini,Suku Bangsa Sunda pun bisa disebut yang Terbanyak,Kaum yang Terbanyak secara Mutlak di Negara ini,adalah Umat Islam,jika kita berbicara tentang Sumber Daya Manusia Terbaik Terbanyak di Negara ini,sudah pasti dari Sumatera.

 

Inilah Sebabnya (Ketidak-Adilan Itu)

Ini Sebab Presiden Indonesia hanya Boleh (Orang) Jawa
“Sampai kapan pun presiden Indonesia harus berasal dari Jawa…”

Sebuah tulisan kiriman pembaca ini cukup mengelitik, kami coba unggah agar kita warga negara Indonesia tidak terjebak dalam koridor suku yang merupakan warisan kaum penjajah.
Suhardiman meminta Ical atau ARB mundur karena yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan sejarah. Pernyataan Suhardiman itu dilontarkan setelah dirinya menerima kehadiran Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso untuk bersilahturahmi. Menurut dia, posisi dalang lebih terhormat bagi seorang Ical.
Ical Capres yang diusung Partai Golkar belakangan didesak untuk muncur sebagai capres. Sesepuh Partai Golkar Mayor Jenderal (Purn) Suhardiman SE mendesak Aburizal Bakrie (Ical) untuk mundur dari pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden 2014, sebab bukan beretnis Jawa.

“Sampai kapan pun presiden Indonesia harus berasal dari Jawa,” ujar Suhardiman kepada sejumlah wartawan di kediamannya di Jalan Kramat Batu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2014).

“Mengenai Ical kuncinya itu historis atau sejarah dan sosiologis. Sejarah itu berulang kembali bahwa capres harus dari (suku) Jawa, dan secara sosiologis masyarakat paling besar adalah Jawa, jadi lebih baik dia mengundurkan diri dari capres, jadi cawapres pun ‘ndak’ (tidak) usah,” kata Suhardiman.

“Lebih baik berpikir sebagai dalang, lebih terhormat,” ujar dia.

Purnawirawan Jenderal TNI AD itu mengaku percaya orang yang pantas menjadi presiden adalah dari suku Jawa. Suhardiman menilai Ical yang berasal dari etnis luar Jawa tidak akan berhasil menjadi capres maupun cawapres.

Suhardiman yang juga merupakan tokoh senior Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia atau SOKSI (pendiri Golkar) menilai lebih baik Ical menjadi dalang untuk memenangkan calon dari Partai Golkar.

“Siapapun yang menjadi presiden pasti orang Jawa, dan ini yang perlu dipegang oleh saudara kita. Tapi nampaknya Ical masih ngotot ingin menjadi presiden, maka saya bertaruh tidak akan mungkin berhasil,” kata dia.

Suhardiman justru mendapuk Priyo Budi Santoso untuk maju sebagai cawapres bagi Partai Golkar. Bagi Suhardiman, Priyo memiliki kapasitas secara historis dan sosiologis karena berasal dari tanah Jawa.

Selama ini, pencalonan Ical sebagai capres terus digoyang oleh sejumlah elite di internal Golkar. Salah satu yang memicu adalah tingkat elektabilitasnya yang dinilai tak mampu bersaing dengan dua bakal calon lain, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (*antara.acw)
Pengirim : Gatot, Indramayu
– See more at: http://www.voa-islam.com/read/citizens-jurnalism/2014/05/04/30168/ini-sebab-presiden-indonesia-hanya-boleh-orang-jawa/#sthash.H8dkbQVD.MemXVEB5.dpuf

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s